JAKARTA – TVRI resmi menjadi pemegang hak siar turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, FIFA Piala Dunia 2026. Lembaga penyiaran publik ini akan menayangkan sebanyak 80 dari total 104 pertandingan secara gratis kepada masyarakat Indonesia.
Sebagaimana dilansir dari Bola.com, seluruh laga yang disiarkan TVRI akan dapat diakses bebas tanpa biaya langganan. Artinya, masyarakat dapat menikmati pertandingan kelas dunia dari rumah atau menggelar acara nonton bareng tanpa terkendala izin hak siar.
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menyambut baik penugasan ini dan menyampaikan selamat kepada TVRI. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan akses hiburan dan informasi berkualitas secara merata.
“Kami ucapkan selamat untuk TVRI mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026. Dengan adanya hak siar itu masyarakat dapat menikmati secara gratis, serta bisa melaksanakan nonton bareng tanpa dibayangi izin hak siar,” ujar Hendry, dikutip dari Antara.
Meski demikian, Hendry menekankan pentingnya perbaikan fasilitas penyiaran agar seluruh lapisan masyarakat di berbagai pelosok Tanah Air dapat menikmati siaran dengan kualitas optimal. Ia menyebut revitalisasi infrastruktur menjadi hal yang mendesak, mengingat banyak peralatan penyiaran TVRI yang sudah berusia tua.
“Manajemen harus memperbaiki fasilitas pemancar, studio, dan teknologi yang sudah berumur. Semakin bagus kualitas pemancar TVRI, semakin puas masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Komisi VII DPR RI juga telah menyetujui tambahan anggaran untuk TVRI. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk modernisasi pemancar, pembaruan studio, serta peningkatan jangkauan siaran terutama di wilayah pedalaman dan pulau-pulau terluar Indonesia.
Lebih jauh, Hendry meyakini keberhasilan TVRI dalam menyiarkan Piala Dunia 2026 dengan kualitas siaran yang baik akan memberikan efek domino terhadap sektor ekonomi, terutama pelaku usaha kecil dan menengah.
“Penyelenggaraan turnamen seperti ini bisa menggerakkan ekonomi lokal—dari pedagang kuliner, warung kopi, penjual atribut, hingga jasa penyelenggara nonton bareng,” tuturnya.
Hendry menilai momentum Piala Dunia dapat menjadi katalis pertumbuhan industri kreatif dan sektor jasa, sekaligus memperkuat posisi TVRI sebagai media publik yang relevan, modern, dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah dan DPR, diharapkan siaran Piala Dunia 2026 oleh TVRI tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat dan penguatan nasionalisme melalui tayangan olahraga berkualitas.