JAKARTA – Enam tokoh agama turut menyampaikan pesan kebangsaan di momen peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Rabu, 1 Oktober 2025.
Acara dalam bingkai ‘Indonesia Kita Spesial: Merajut Kebangsaan’ diselenggarakan Garuda TV ini berlangsung di Cattleya Hall, GBK, Jakarta, Rabu malam.
Momentum kebangsaan ini diisi doa bersama, pertunjukan seni, musikalisasi puisi, hingga program “Surat Cinta untuk Indonesia” yang melibatkan generasi muda.
Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf turut hadir dan memimpin doa bersama sebagai simbol penguatan spiritualitas dalam menjaga Pancasila.
Pendeta Steve Marcel dari Kristen menekankan bahwa kasih universal adalah fondasi persaudaraan umat beragama di tengah perbedaan.
Aldi Destian dari Konghucu mengingatkan bahwa “agama sejati bukan sekadar ritual, melainkan memanusiakan manusia dan menebar kebaikan.”
Bhikku Natha dari Buddha menyampaikan bahwa dialog antaragama harus diterjemahkan dalam tindakan nyata demi merawat keberagaman Indonesia.
Astono Chandra Dana dari Hindu menekankan pentingnya filosofi Tri Hita Karana yang menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam dalam kehidupan berbangsa.
Romo Antonius Suhardi Antara dari Katolik menegaskan bahwa identitas iman tidak boleh dipisahkan dari identitas kebangsaan, melainkan saling menguatkan.
Ustaz Arifin Nugroho dari Islam mengingatkan pentingnya semangat rahmatan lil ‘alamin sebagai dasar toleransi dan kerja sama dalam bingkai NKRI.
Kehadiran enam tokoh agama dengan pesan kebersamaan mereka menjadi penegasan bahwa keragaman adalah kekuatan bangsa, bukan penghalang persatuan.
Acara ini juga menegaskan bahwa generasi muda harus dilibatkan aktif dalam merawat kebangsaan agar pesan toleransi dan persatuan tetap berlanjut di masa depan.***