JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menekankan komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai pelindung utama bangsa yang lahir dari rahim rakyat.
Dalam pidato kenegaraan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-80 di Jakarta, Minggu (5/10/2025), ia mengajak seluruh prajurit untuk selalu dekat dengan masyarakat dan menjaga integritas keprajuritan.
Acara HUT TNI ke-80 yang digelar secara sederhana namun penuh makna ini menjadi momen refleksi bagi institusi bersenjata negara. Sjafrie, yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024, menyampaikan pesan inspiratif melalui video yang disiarkan secara luas.
Ia menggarisbawahi akar sejarah TNI yang tak terpisahkan dari perjuangan kemerdekaan 1945, di mana semangat Pancasila dan UUD 1945 menjadi fondasi utama.
Menurut Sjafrie, TNI bukan hanya alat pertahanan negara, melainkan juga mitra strategis dalam pembangunan nasional. Prajurit diimbau untuk aktif terlibat dalam mengatasi berbagai tantangan sosial di lingkungan sekitar, mulai dari bencana alam hingga isu kesejahteraan masyarakat.
“TNI dilahirkan oleh rakyat dan mengabdi kepada rakyat serta akan kembali kepada rakyat. Untuk itu, segenap prajurit TNI agar senantiasa hadir dan ikut serta aktif mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya, dan jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat,” ujar Sjafrie
Pesan ini sejalan dengan doktrin TNI sebagai tentara rakyat yang loyal pada negara dan konstitusi. Sjafrie juga menyoroti pentingnya disiplin ketat dan kehormatan prajurit untuk mempertahankan jati diri institusi. Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, komitmen ini diharapkan dapat memperkuat peran TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah Nusantara.
Lebih lanjut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus mendorong modernisasi kekuatan pertahanan melalui konsep Perisai Trisula Nusantara. Strategi ini melibatkan peningkatan kemampuan matra darat, laut, dan udara secara terintegrasi. Selain itu, upaya kemandirian industri pertahanan nasional menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI tanpa bergantung sepenuhnya pada impor.
“Kementerian Pertahanan juga terus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional untuk menopang kebutuhan TNI dalam menjalankan tugasnya,” ucapnya.
HUT TNI ke-80 tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga panggilan untuk generasi muda prajurit agar mewarisi nilai-nilai perjuangan pendahulu.
Dengan demikian, TNI diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI di era digital yang penuh ancaman hibrida.