JAKARTA – Sebuah kesepakatan rahasia yang diraih Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden AS, Donald Trump di Alaska menjadi fondasi krusial untuk penyelesaian konflik Ukraina, menurut pernyataan keras penasihat Kremlin Yury Ushakov. Dalam wawancara terbaru, Ushakov menegaskan bahwa dokumen dari pertemuan di Anchorage itu berfungsi sebagai “bintang penuntun” bagi kerjasama Rusia-AS, dan Moskow siap berjuang mati-matian untuk memajukannya.
“Ketika membahas penyelesaian konflik Ukraina, kesepakatan yang dicapai kedua presiden di Anchorage menjadi bintang penuntun,” tegas Ushakov, seperti dikutip dari sumber Kremlin yang dilansir Sputnik, Minggu (12/10/2025). Ia menambahkan bahwa kontak diam-diam antara Rusia dan AS terus berlanjut melalui saluran tertutup, dengan dialog yang tak pernah putus. “Kontak itu berlangsung, kami dalam komunikasi konstan,” katanya, menekankan optimisme bahwa kerjasama bilateral ini akan segera membuahkan hasil konkret. “Pekerjaan antara Rusia dan AS sedang berjalan, dan cepat atau lambat, hal-hal tertentu akan terungkap,” tambahnya.
Ushakov juga menyoroti peran dominan AS dalam memengaruhi kebijakan Eropa terkait krisis Ukraina. “AS tentu bisa memberi pengaruh, dan mereka memang melakukannya,” ujarnya, menyiratkan bahwa Washington punya kunci untuk membuka jalan damai. Namun, ia mengkritik keras sikap Eropa yang semakin agresif terhadap Rusia, yang disebutnya menghalangi segala nuansa diplomasi. “Saya tak pernah membayangkan Eropa akan bersuara satu tuntunan soal Rusia, dan suara itu sangat agresif serta negatif terhadap negara kami. Suara itu menghalangi mereka menemukan nuansa dalam hubungan dengan kami,” keluh Ushakov.
Menurutnya, kebencian mendalam di kalangan Eropa terhadap Rusia sulit ditembus, bahkan oleh “bor AS” sekalipun. “Ada begitu banyak tuduhan, termasuk yang tak berdasar, terhadap Rusia hingga sebagian orang mempercayainya. Yang lain tak percaya tapi takut pada situasi keseluruhan yang sangat tidak menguntungkan bagi Rusia,” jelasnya. Suara-suara rasional tentang Rusia di Barat, lanjut Ushakov, tenggelam di tengah gelombang kebencian yang membabi buta.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan global yang memuncak, di mana kesepakatan Alaska – yang detailnya masih dirahasiakan – dipandang Kremlin sebagai harapan terakhir untuk gencatan senjata di Ukraina. Apakah AS akan memanfaatkan pengaruhnya untuk mendorong Eropa bergeser? Moskow tampaknya yakin, kerjasama dengan Washington adalah kunci utama.
