LOMBOK – Melalui program bertajuk Clean Beach, Healthy Ocean, PT Rekayasa Industri (Rekind) menebar semangat kepedulian dan aksi nyata di tiga wilayah wisata yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya, yakni Gili Petagan, Gili Kondo, dan Gili Bidara, Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pertengahan Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan Perusahaan EPC (Engineering, Procurement & Construction) Industrial Process milik negara tersebut dalam meningkatkan gerakan sadar wisata dan konservasi terumbu karang kepada masyarakat di wilayah pesisir NTB, khususnya Sambelia, Lombok Timur yang di kawasan ini juga terdapat kegiatan proyek pembangkit listrik yang dikerjakan Rekind. Langkah ini menandakan, Rekind tidak hanya berperan sebagai pelaku rancang bangun di bidang energi, tetapi juga mengedepankan dukungan menjaga keberlanjutan alam di wilayah pekerjaannya.
“Sebagai perusahaan yang sebagian besar tumbuh dan beroperasi secara nasional dan internasional, Rekind juga punya tanggung jawab sosial untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan, pembangunan berkelanjutan tidak hanya tentang energi, tetapi juga tentang harmoni antara manusia dan alam,” ujar SVP Corporate Secretary Rekind Budi Adi Nugroho.
Program Clean Beach, Healthy Ocean, diisi dengan beragam kegiatan menarik, seperti transplantasi terumbu karang, pemasangan buoy (penanda lokasi spot diving dan snorkeling serta penanda lokasi transplantasi terumbu karang yang bermanfaat bagi wisatawan), di Gili Petagan. Di lokasi yang sama juga dilakukan pemancangan papan selamat datang. Kegiatan ini juga disertai edukasi kepada masyarakat dan pelaku wisata lokal tentang pentingnya menjaga dan melestarikan ekosistem laut sebagai aset wisata dan sumber kehidupan mereka.
Tak hanya di laut, Rekind bersama warga setempat juga menggelar aksi bersih-bersih pantai di Gili Kondo dan Gili Bidara, termasuk area sea water intake (SWI) PLTU Lombok di wilayah kerja Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) itu. Sampah plastik dan limbah wisata yang kerap mengganggu keindahan pantai dikumpulkan, memberi pesan kuat, kebersihan merupakan kunci dari pariwisata yang berkelas. Apalagi, saat ini wilayah Lombok Timur semakin ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Laut dan pantai bukan sekadar tempat mencari nafkah, tapi juga warisan yang harus dijaga untuk generasi berikutnya,” jelas VP TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Rekind Herman Susatyo.
Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan kegiatan ini. Warga Sambelia yang sehari-hari hidup dari hasil laut dan aktivitas wisata terlihat antusias. Mereka menyadari, menjaga kebersihan dan kelestarian laut berarti menjaga masa depan mereka sendiri.
Camat Sambelia, Muhamad Anwar Ikroman, S.STP.,M.H., menyambut baik inisiatif Rekind yang dinilai berdampak positif bagi wilayahnya. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga bisa menginspirasi banyak pihak untuk menjaga potensi wisata gili yang kini semakin dikenal wisatawan mancanegara,” ujarnya.