JAKARTA – Fabio Quartararo menutup akhir pekan MotoGP Malaysia dengan hasil yang membesarkan hati. Meski terus berjuang dengan performa Yamaha yang inkonsisten dan penurunan motivasi dalam beberapa seri terakhir, pembalap berjuluk El Diablo itu berhasil finis di posisi kelima pada balapan utama di Sirkuit Sepang, Minggu (26/10/2025).
Hasil tersebut menjadi capaian terbaik Quartararo sejak MotoGP Catalunya pada September lalu, sekaligus menandai kebangkitannya setelah periode sulit di tur Asia. Pembalap asal Prancis itu mampu menjaga konsistensi kecepatan di tengah suhu ekstrem tanpa terjatuh atau kehilangan grip, meski kondisi lintasan sedikit berubah akibat tidak digelarnya balapan Moto2 — buntut kecelakaan yang melibatkan dua pembalap Moto3, Jose Antonio Rueda dan Noah Dettwiler.
“Karena tidak ada balapan Moto2, saya rasa cengkeramannya sedikit lebih baik,” kata Quartararo, dilansir dari Motorsport.
Selama balapan, Quartararo sempat bertarung dengan Joan Mir dan memanfaatkan mundurnya Francesco Bagnaia akibat kebocoran ban belakang untuk mengamankan posisi lima besar. Namun, di lap terakhir ia harus mengakui keunggulan Franco Morbidelli yang menyalipnya lewat manuver agresif di tikungan terakhir.
“Saya menjalani balapan yang bagus. Kami semua harus menghemat ban, dan tidak membalap melebihi batas. Morbidelli menyalip saya dengan agresif di tikungan terakhir, sebuah gerakan khas Franco, tapi semuanya baik-baik saja,” ujarnya.
Quartararo juga menyinggung duelnya dengan Joan Mir yang tampil kuat bersama Honda. Ia mengakui peningkatan signifikan motor Jepang itu dalam beberapa pekan terakhir.
“Dengan Joan, lebih dari sekadar bersenang-senang, saya membela diri. Saya pikir kami bisa saja finis di posisi kelima atau kedelapan hari ini. Saya pikir kami melakukan pekerjaan dengan baik. Saya memiliki kesempatan untuk membandingkan dengan tiga motor yang berbeda,” katanya.
Meski hasil Yamaha belum sebaik yang diharapkan, Quartararo menegaskan bahwa timnya harus tetap fokus pada pengembangan internal dan tidak terbebani dengan performa pabrikan lain.
“Yamaha belum memenangkan balapan, begitu pula KTM. Kami harus bekerja dan fokus pada diri sendiri, menemukan cara kami sendiri untuk berkembang,” pungkasnya