Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda raih penghargaan Excellence in Woman’s Leadership And Eastern Indonesia Transformation dari Indonesia Kita Awards.
Sherly Sompotan Tjoanda, lahir 8 Agustus 1984 di Ambon, adalah sosok inspiratif yang menjadi Gubernur Maluku Utara periode 2025-2030. Putri Paulus Tjoanda dan Maria Margaretha Liem, ia lulus S1 Akuntansi Universitas Kristen Indonesia dan S2 Akuntansi dari Universitas Indonesia.
Sebelum politik, Sherly aktif di bisnis keluarga (Bela Group: hotel, pelayaran, perikanan) dan sosial, termasuk konservasi laut. Menikah dengan almarhum Benny Laos (2005), ia punya tiga anak. Tragedi ledakan kapal di Taliabu (12 Oktober 2024) yang merenggut nyawa suaminya justru picu perjuangannya: Dua hari kemudian, Sherly maju calon gubernur menggantikan Benny, berpasangan Sarbin Sehe.
Prestasi terbesarnya? Menang Pilgub 2024 dengan 50,69-52% suara (unggul di 8 dari 10 kabupaten), dilantik Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025—jadi gubernur perempuan, etnis Tionghoa, dan Kristen pertama di Maluku Utara. Kekayaan LHKPN Rp 709 miliar (terkaya nasional) dari warisan bisnis, tapi fokusnya rakyat: Dorong pendidikan-kesehatan terjangkau, infrastruktur, dan ketahanan pangan/nelayan.
Dalam 100 hari pertama (Mei 2025), ekonomi tumbuh 32,09% (rekor BPS nasional), ciptakan ribuan lapangan kerja via UMKM dan wisata. Meski dikritik soal lingkungan tambang, Sherly tekankan regulasi stabil untuk investasi dua digit.
“Perubahan butuh hati dan aksi,” ujarnya. Dari istri pengusaha ke pemimpin tangguh, Sherly bukti wanita minoritas bisa ubah Maluku Utara jadi pusat ekonomi timur!