JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti bahwa Israel masih membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata telah berlangsung selama sebulan.
Dalam konferensi pers pada Senin, juru bicara PBB Farhan Haq mengutip laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) yang menyebut bahwa “satu bulan setelah gencatan senjata, upaya untuk meningkatkan bantuan masih terhambat oleh birokrasi.”
Haq menambahkan, Israel masih memberlakukan larangan terhadap sejumlah mitra kemanusiaan utama, membuka sedikit penyeberangan dan rute bantuan, serta menciptakan kondisi yang tidak sepenuhnya aman meskipun gencatan senjata tengah berlaku.
Menurutnya, setiap pergerakan tim kemanusiaan masih harus melalui koordinasi dengan otoritas Israel di berbagai wilayah. “Israel hanya memfasilitasi dua dari delapan upaya bantuan secara keseluruhan dan empat di antaranya terhambat di lapangan — termasuk satu yang tertunda selama 10 jam sebelum tim akhirnya mendapat lampu hijau untuk bergerak,” ungkap Haq, sebagaimana dilansir dari Anadolu, Selasa (11/11/2025).
Ia menegaskan, PBB dan para mitranya “memanfaatkan setiap peluang untuk memperluas operasi” kendati berbagai hambatan terus dihadapi.
Menanggapi pertanyaan mengenai kendala pembukaan lebih banyak penyeberangan perbatasan, Haq menegaskan bahwa masalahnya terletak pada pihak Israel. “Ya, hambatannya ada di pihak Israel. Kami sudah meminta dan berusaha berkoordinasi dengan mereka untuk membuka lebih banyak penyeberangan, tetapi mereka masih belum melakukannya,” ujarnya.
Sejak pecahnya perang pada Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 69.000 orang dan melukai lebih dari 170.600 lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.