Empat bom berdaya ledak rendah meledak di lingkungan SMAN 72 Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025). Ledakan pertama terjadi di dalam masjid sekolah jelang waktu Salat Jumat, sementara ledakan kedua terjadi di area bank sampah. Polisi memastikan pelaku peledakan adalah salah satu siswa sekolah tersebut.
Pascainsiden, Polda Metro Jaya langsung mengamankan dua perangkat rekaman CCTV dari area sekolah sebagai barang bukti. Satu perangkat merekam 16 channel dan satu lainnya 30 channel, yang merekam aktivitas sejak pagi hingga sesaat sebelum ledakan. Berikut aktivitas menjelang terjadinya ledakan menurut rekaman CCTV :
Kronologi Aktivitas Pelaku Berdasarkan Rekaman CCTV
Pukul 06.28 WIB
Pelaku yang kini berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) terlihat memasuki gerbang sekolah dengan mengenakan seragam putih abu-abu, tas punggung merah, dan tas tenteng biru. Ia berjalan sendiri ke arah kiri kamera menuju koridor ruang kepala sekolah.
Pada rekaman channel 11, pelaku sempat berpapasan dan bertegur sapa dengan seorang guru yang melintas di depan ruang kepala sekolah.
Pukul 11.43.42–11.44.03 WIB
Dalam rekaman channel 30 di lorong lantai 1 timur, pelaku tampak berjalan tanpa alas kaki, mengenakan celana putih dengan lapisan dalam hitam, serta membawa tas punggung merah menuju arah masjid sekolah.
Rekaman menunjukkan pelaku memasuki masjid, memantau kondisi di dalam dan luar ruangan, sambil berdiri di dekat tiang masjid. Ia tampak mengenakan kaus putih di balik seragam sekolahnya. Setelah itu, pelaku masuk melalui pintu depan masjid dan tidak lagi tertangkap kamera CCTV.
Pukul 12.02 WIB
Pelaku terlihat kembali di lorong arah masjid, kali ini sudah tanpa seragam, hanya mengenakan kaus putih dan celana hitam. Ia terlihat membawa senjata mainan dan mengarahkannya ke arah masjid.
Pukul 12.03.51 WIB
Pada rekaman channel 06, terlihat kilatan cahaya merah dan semburan asap putih dari dalam masjid menandakan ledakan pertama. Sementara di channel 30, kamera merekam pelaku berlari menjauh dari masjid, diikuti oleh siswa lain yang panik keluar dari area ledakan.
Akibat ledakan tersebut, sejumlah bagian sekolah mengalami kerusakan ringan, termasuk pintu masjid yang terlempar akibat tekanan ledakan.
Polisi masih mendalami motif pelaku dan keterkaitannya dengan temuan tujuh bom aktif di sekolah tersebut, di mana empat telah meledak dan tiga lainnya berhasil diamankan. Saat ini, pelaku tengah menjalani perawatan intensif di RS Soekamto akibat cedera kepala sebelum nantinya diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.