PAPUA – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyerahkan 1.000 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila secara simbolis kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Rabu (12/11).
“Pendidikan Pancasila yang sudah vakum sejak reformasi 1998 menjadi tugas kita, Pemerintah Pusat sampai Daerah, untuk kembali diajarkan kepada anak-anak kita,” ujarnya.
BTU Pendidikan Pancasila untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah akan disebarkan ke sekolah di wilayah Kabupaten/Kota di Papua Selatan.
“Saya berharap Pemerintah Daerah, khususnya di Provinsi Papua Selatan, meneruskan pesan ini dan mendorong sekolah untuk menggunakan buku tersebut,” ujar Kepala BPIP saat membuka acara.
Menurutnya, BTU Pendidikan Pancasila menghadirkan materi yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan fakta sejarah, perumusan serta kedudukannya sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa.
“BTU Pendidikan Pancasila ini sudah dilakukan kajian mendalam oleh berbagai ahli di Indonesia, sehingga sangat relevan digunakan,” paparnya.
Ia menjelaskan, BTU Pendidikan Pancasila dirancang untuk membantu para pendidik, khususnya guru Pendidikan Pancasila, dalam memahami, melaksanakan, dan mentransformasi nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada peserta didik.
“Buku ini berbeda dengan buku-buku lain karena memiliki komposisi 30 persen aspek pengetahuan dan 70 persen praktik atau aktualisasi,” jelasnya.
Diharapkan, BTU Pendidikan Pancasila yang sudah ditetapkan melalui SK Mendikbudristek No. 026.C/H/P/2023 dapat membentuk karakter dan melahirkan generasi bangsa yang berkompeten, berkarakter Pancasila, dan siap bersaing di panggung global.
“Buku ini sudah menjadi kurikulum wajib yang harus diterapkan di satuan pendidikan di seluruh daerah, baik tingkat Dasar maupun Menengah,” paparnya.
Gubernur Papua Selatan yang diwakilkan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Agus Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada BPIP yang sudah berkunjung ke Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke.
“Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada BPIP yang terus memberikan perhatian kepada Papua Selatan, khususnya Pembinaan Ideologi Pancasila,” ujarnya.
Pihaknya juga berharap peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik sehingga memahami pentingnya penanaman ideologi Pancasila bagi anak-anak didik.
“Momentum ini mari kita manfaatkan dengan baik karena sangat jarang ditemukan,” ucapnya.
Pemerintah Papua Selatan juga akan mendorong satuan pendidikan di seluruh Papua Selatan untuk segera menggunakan BTU Pendidikan Pancasila.
“Kami akan terus mendorong satuan pendidikan di Papua Selatan untuk segera menggunakan BTU tersebut,” tegasnya.
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso menyampaikan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada setiap daerah dan memberikan buku secara simbolis untuk diterapkan di satuan pendidikan.
“Buku tersebut juga bisa dibeli atau diakses di link Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI),” paparnya.
Prakoso menjelaskan kegiatan tersebut diikuti 250 peserta tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Merauke dan civitas akademik Kampus Universitas Musamus.
Hadir juga Forkompimda Papua Selatan dan sejumlah narasumber dari internal dan eksternal BPIP. Selain di Papua Selatan, BPIP juga akan menyebarluaskan BTU Pendidikan Pancasila kepada Pemerintah Provinsi Papua di Jayapura.