JATIM – Sebanyak calon awak (Cawak) TNI Angkatan Laut untuk KRI Prabu Siliwangi-321 akan diberangkatkan ke Italia pada minggu ketiga November 2025. Keberangkatan ini menjadi bagian dari program pengoperasian kapal baru yang tengah disiapkan TNI AL untuk memperkuat armada laut nasional.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL) Laksamana Pertama Tunggul menjelaskan bahwa persiapan para prajurit telah dilakukan melalui pelatihan Kesatuan Persiapan Pengambilan Kapal (KPPK) yang berlangsung sejak 13 Oktober hingga 7 November 2025 di Komando Latihan (Kolat) Koarmada II, Surabaya.
“Proses pelatihan KPPK ini bertujuan memastikan seluruh calon awak KRI Prabu Siliwangi-321 memiliki kemampuan dan pemahaman yang komprehensif sebelum tiba di galangan kapal di Italia,” ujar Laksamana Pertama Tunggul.
Pelatihan yang dilaksanakan di Surabaya mencakup berbagai materi teknis dan taktis, termasuk pengoperasian sistem kapal, prosedur keselamatan, navigasi, hingga koordinasi antarunit. Dengan demikian, calon awak tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap menghadapi praktik langsung saat tiba di galangan kapal.
Setibanya di Italia, para prajurit akan mengikuti proses familiarisasi langsung dengan kapal di galangan Fincantieri selama kurang lebih tiga bulan. Masa familiarisasi ini menjadi tahap krusial agar seluruh awak terbiasa dengan struktur, sistem, dan peralatan kapal, termasuk kemampuan menangani situasi darurat secara profesional.
“Setelah masa familiarisasi selesai, kami menargetkan kapal dan seluruh awak siap beroperasi dengan standar internasional,” kata Laksamana Pertama Tunggul.
Rencananya, KRI Prabu Siliwangi-321 beserta seluruh awak akan kembali ke Indonesia pada medio Maret 2026. Dengan kedatangan kapal baru ini, TNI AL memperkuat kapasitas armada lautnya, sekaligus meningkatkan kemampuan operasional dalam menjaga kedaulatan perairan nasional.
KRI Prabu Siliwangi-321 dan Strategi Modernisasi Armada TNI AL
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan salah satu kapal strategis yang masuk dalam program modernisasi armada TNI AL. Kapal ini dilengkapi dengan teknologi canggih yang mendukung misi pertahanan, patroli laut, serta operasi bantuan kemanusiaan. Keberadaan kapal ini diharapkan memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia, khususnya di wilayah perairan timur dan barat Nusantara.
Selain meningkatkan kapasitas pertahanan, pengiriman awak ke Italia juga memperkuat kerja sama internasional dengan pihak galangan kapal Fincantieri. Kerja sama ini tidak hanya terkait pemesanan dan perakitan kapal, tetapi juga transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia TNI AL.
“Keberangkatan prajurit ke Italia sekaligus menjadi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam pengoperasian kapal modern. Ini penting agar profesionalisme dan kesiapan operasional tetap terjaga,” jelas Laksamana Pertama Tunggul.
Proses Pelatihan dan Familiarisasi: Langkah Strategis TNI AL
Proses pelatihan yang dimulai sejak Oktober 2025 di Surabaya dan lanjutan familiarisasi di Italia menunjukkan pendekatan bertahap yang diterapkan TNI AL. Tahap pertama berupa pelatihan intensif di tanah air bertujuan membekali calon awak dengan pengetahuan teknis dasar dan prosedur operasional. Tahap kedua, yaitu familiarisasi di galangan kapal, memberikan pengalaman nyata dalam mengoperasikan kapal sebelum dinyatakan siap berlayar secara mandiri.
Langkah ini menunjukkan keseriusan TNI AL dalam memastikan seluruh awak memiliki kompetensi yang mumpuni. Dengan persiapan matang, kapal beserta awaknya dipastikan dapat beroperasi sesuai standar internasional, meningkatkan keselamatan, efektivitas, dan kesiapan tempur di perairan Indonesia.
Target Kesiapan Operasional dan Dampak Strategis
KRI Prabu Siliwangi-321 diperkirakan siap beroperasi penuh setelah kembali ke Indonesia pada Maret 2026. Dengan tambahan kapal baru dan awak yang terlatih, TNI AL dapat meningkatkan kemampuan pengawasan wilayah laut, melaksanakan patroli keamanan maritim, serta mendukung operasi kemanusiaan bila dibutuhkan.
“Setelah masa familiarisasi selesai, seluruh awak diharapkan mampu mengoperasikan kapal dengan profesional dan menjaga standar keamanan tinggi. Ini bagian dari komitmen TNI AL dalam membangun armada yang modern, profesional, dan siap tempur,” kata Laksamana Pertama Tunggul.
Langkah strategis ini menegaskan bahwa modernisasi armada TNI AL tidak hanya soal penambahan kapal, tetapi juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan, transfer teknologi, dan pengalaman langsung di lapangan. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia di tengah dinamika keamanan maritim global.