JAKARTA – Kiper asal Brasil, Ederson Moraes, mengungkapkan bahwa keputusannya meninggalkan Manchester City pada September 2025 lalu sudah direncanakan sejak musim sebelumnya. Ederson mengaku jenuh dan kehilangan semangat bermain, yang akhirnya berdampak pada penurunan performanya di musim terakhir bersama klub Inggris tersebut.
Delapan musim memperkuat Manchester City, Ederson mencatat 372 penampilan dan memenangkan 18 trofi bergengsi, termasuk Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub. Namun, kejenuhan mulai melanda setelah merasa telah meraih semua yang mungkin dicapai.
“Musim sebelumnya saya sudah mencoba untuk pergi, tapi tidak berhasil. Saya rasa itu agak memengaruhi performa saya sepanjang musim tersebut, saya juga cedera lima kali dan tidak di level terbaik,” ujar Ederson dalam wawancara dengan Sky Sports.
Kiper berusia 32 tahun itu menegaskan, keputusannya meninggalkan City adalah hasil pertimbangan matang bersama keluarga.
“Itu keputusan yang saya ambil bersama keluarga, jika klub oke dengan saya pergi, sebab saya butuh perubahan ini. Tidak sepadan bertahan di klub pemenang, klub besar, kalau saya tak bahagia,” katanya.
Ederson kini bergabung dengan Fenerbahce pada Liga Turki, langkah yang disebutnya sebagai awal baru dalam kariernya.
“Itu sama saja akan tetap memengaruhi saya. Terkadang bagus untuk punya tantangan baru dalam hidup. Itu menghadirkan energi baru, banyak hal positif, dan itulah yang terjadi pada saya,” ujarnya.
Kepergian Ederson menandai berakhirnya era panjangnya di bawah mistar Manchester City, di mana ia dikenal sebagai salah satu kiper terbaik dunia dengan gaya bermain modern yang agresif dan kemampuan distribusi bola luar biasa.