JAKARTA – Anak berhadapan hukum (ABH) yang menjadi pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini telah sadar setelah menjalani operasi akibat luka di kepala.
“ABH kondisinya sudah sadar,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).
Meski sudah sadar, Budi menyebut pemeriksaan terhadap ABH belum dapat dilakukan karena yang bersangkutan masih dalam masa pemulihan.
“Akan tetapi masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisi masih masa pemulihan,” tambahnya.
Kejadian ledakan ini bermula saat ABH meledakkan bom rakitan sendiri. Pada ledakan pertama, pelaku berada di sekitar masjid, kemudian meledakkan bom kedua di luar lokasi. Ledakan kedua mengakibatkan luka di kepala pelaku karena menggunakan sumbu.
“Selanjutnya terjadi ledakan kedua, yang bersangkutan ini di lokasi kedua di mana yang bersangkutan ditemukan dalam kondisi sudah mengalami luka di bagian kepala. Jadi untuk yang ledakan di masjid itu dilakukan dengan menggunakan remote. Untuk ledakan kedua, di mana ditemukan yang bersangkutan di lokasi pada saat yang bersangkutan itu ditemukan luka, ini menggunakan sumbu, sehingga mengakibatkan luka di bagian kepala yang bersangkutan,” jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers, Selasa (11/11/2025).
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Ginting menambahkan, pelaku saat ini dirawat di RS Soekamto dan menjalani prosedur dekompresi tulang kepala.
“Pasien ini, salah satu anak yang berkonflik dengan hukum ini, saat ini dirawat di RS Soekamto untuk kepentingan pasien,” kata Martinus.
Ia menegaskan operasi dilakukan karena kondisi kepala pelaku membutuhkan penanganan medis serius pasca ledakan.
“Pasien yang di RS Soekamto hari ini juga kami lakukan tadi tindakan operasi namanya dekompresi tulang kepala,” tambahnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat ledakan melibatkan anak di bawah umur dan menimbulkan risiko keselamatan di lingkungan sekolah.