PAPUA – Kodam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa perselisihan yang melibatkan Jemaat Gereja GKI Imannuel Ifar Gunung di Sentani, Jayapura, tidak berkaitan dengan isu agama. Penjelasan ini disampaikan untuk merespons video yang beredar luas di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto menuturkan bahwa persoalan yang sempat mencuat tersebut murni berkaitan dengan ketidaknyamanan jemaat dan saat ini sudah masuk ke tahap mediasi oleh kedua belah pihak.
“Ini bukan permasalahan agama. Ini murni terkait ketidaknyamanan yang dirasakan jemaat, berita tentang pembongkaran gereja itu tidak benar/Hoaks dan saat ini sudah ditangani melalui proses mediasi antara pengurus jemaat dan pihak Rindam XVII/Cenderawasih,” ujar Kapendam.
Mediasi Berlangsung Kondusif
Proses mediasi dipimpin langsung Danrindam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma bersama Pendeta Mince Manyakori serta beberapa perwakilan jemaat. Dalam pertemuan itu, Danrindam menegaskan komitmen untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Papua.
Ia juga membuka ruang dialog terkait penggunaan lahan yang berada dalam area Rindam apabila diperlukan oleh jemaat, sebagai bentuk transparansi dan upaya meredakan ketegangan. Pihak jemaat disebut telah memahami penjelasan Danrindam, dan situasi usai mediasi dilaporkan berlangsung aman dan terkendali.
Imbauan agar Tak Terprovokasi Hoaks
Kapendam XVII/Cenderawasih mengingatkan seluruh masyarakat Papua, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama. Perselisihan ini akan ditindaklanjuti dengan baik oleh Kodam XVII/Cenderawasih. Papua adalah rumah bersama yang kedamaiannya harus dirawat,” tegasnya.
Melalui pendekatan dialogis dan sikap saling menghormati, Kodam berharap isu tersebut dapat diselesaikan secara damai.
Kodam XVII/Cenderawasih juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan menjadi teladan kerukunan bagi daerah lain di Indonesia.