KALTIM – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Pertamina memperkuat aliansi strategis untuk melindungi kilang minyak Balikpapan sebagai salah satu objek vital nasional dari ancaman terorisme yang kini merambah ranah fisik hingga serangan siber.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui kegiatan “Penguatan Wawasan Kebangsaan” bertajuk Strategic Security Partnership for National Energy Resilience yang berlangsung di Balikpapan pada Senin, 17 November 2025.
Kepala BNPT, Eddy Hartono menegaskan pentingnya sinergi lintas institusi dalam membentuk sistem pengamanan berlapis. “Kami bersinergi dan berkolaborasi untuk sama-sama membangun sistem supaya objek vital strategis ini terlindungi dari ancaman terorisme,” jelasnya saat menghadiri kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan dengan tema Strategic Security Partnership for National Energy Resilience.
Eddy menambahkan, penguatan SDM menjadi kunci mencegah infiltrasi paham radikal di tengah evolusi ancaman terorisme. “Kami jaga karena aset dan SDM itu termasuk bagian utuh yang tidak terpisahkan, yang sama-sama harus dilindungi dan ditingkatkan sehingga serangan terorisme dapat dicegah sejak dini,” jelas Eddy.
Manager Security Pertamina, Rully Andyka, menyatakan kolaborasi ini menjadi pilar utama ketahanan operasional energi nasional. “Harapan kami kegiatan ini akan semakin memperkuat semangat kolaborasi antara Pertamina dan BNPT dalam ekosistem pengamanan objek vital nasional sehingga operasi energi nasional berlangsung secara aman, handal, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Utama Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, menyerukan kepada seluruh karyawan untuk turut serta menjaga aset negara. “Kita sebagai insan Pertamina juga harus berpartisipasi menjaga keamanan kilang kita. Semoga dengan sosialisasi wawasan kebangsaan ini, kita kembali tergerak untuk merecharge kesadaran berbangsa dan bernegara, serta menjaga aset bangsa,” Tutupnya