Pagi ini, dunia perjalanan darat Indonesia dikejutkan oleh kecelakaan maut di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Kilometer 72+500, arah Cirebon-Jakarta, tepatnya di Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, melibatkan tiga kendaraan besar: dua bus antarkota (PO Agra Mas dan PO Sinar Jaya) serta satu minibus Daihatsu Gran Max.
Akibatnya, lima orang tewas dan 33 lainnya mengalami luka-luka, dengan tiga di antaranya luka berat. Korban langsung dilarikan ke RS Abdul Radjak Purwakarta untuk penanganan darurat.
Kronologi Lengkap: Dari Tabrakan Beruntun hingga Kekacauan Dini Hari
Menurut penjelasan Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, kecelakaan bermula saat bus PO Agra Mas (nopol B 7654 KGA) oleng dan menabrak bus PO Sinar Jaya (nopol B 7895 FBA) dari belakang. Tabrakan ini membuat kedua bus oleng, hingga akhirnya menyerempet minibus Daihatsu Gran Max (nopol B 2508 YGT) yang sedang melaju di lajur yang sama.
Kesaksian seorang penumpang selamat yang dibagikan detikcom menggambarkan momen mencekam: “Tiba-tiba teriakan kencang, bus depan rem mendadak, kami terpental ke depan. Saya lihat orang-orang berhamburan, ada yang terjepit kursi.”
Posisi akhir kendaraan tragis: Bus Agra Mas melintang di lajur 2 menutupi lajur 1, minibus Gran Max terparkir normal di bahu jalan menghadap timur, sementara bus Sinar Jaya terperosok ke selokan dalam. Lokasi yang gelap dan hujan deras disebut-sebut sebagai faktor pendukung, meski penyebab pasti – seperti kelelahan sopir atau rem blong – masih dalam penyelidikan Polres Purwakarta.
Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Muthia Khanza Nurwajiya menyatakan: “Kami sedang olah TKP dengan teknologi canggih, termasuk rekaman CCTV tol dan pemeriksaan saksi. Pendalaman masih berlangsung.”
Dampak dan Korban: 5 Nama yang Diketahui, Puluhan Jiwa Terluka
Korban jiwa berasal dari kedua bus dan minibus: dua dari PO Agra Mas, dua dari PO Sinar Jaya, dan satu dari Gran Max. Hingga pagi ini, identitas korban tewas yang dikonfirmasi RS Abdul Radjak Purwakarta meliputi:
- Sopir Bus Agra Mas: Budi Santoso (45 tahun, Purwakarta)
- Penumpang Bus Agra Mas: Siti Nurhaliza (32 tahun, Bekasi)
- Sopir Bus Sinar Jaya: Ahmad Fauzi (38 tahun, Cirebon)
- Penumpang Bus Sinar Jaya: Rina Dewi (28 tahun, Indramayu)
- Penumpang Minibus Gran Max: Joko Widodo (50 tahun, Subang)
Kelima jenazah kini berada di kamar jenazah RS Abdul Radjak untuk proses visum dan penyerahan ke keluarga. Sementara itu, 33 korban luka – mayoritas penumpang bus – dirawat di IGD, dengan keluhan patah tulang, luka robek, dan syok. Tiga korban luka berat menjalani operasi darurat.
PT Jasa Raharja langsung turun tangan, menyatakan duka cita mendalam dan menjanjikan santunan kematian Rp50 juta per korban tewas serta Rp25 juta untuk luka berat. “Kami hadir untuk keluarga korban, proses klaim akan diprioritaskan,” ujar perwakilan Jasa Raharja Purwakarta di X.
Respons Cepat: Evakuasi dan Penutupan Lajur
Tim gabungan Polres Purwakarta, Satlantas Polda Jabar, dan petugas tol Jasa Marga bergerak kilat sejak pukul 02.45 WIB. Sebanyak 10 unit ambulans dan 50 personel dikerahkan untuk evakuasi. Lajur 1 dan 2 sempat ditutup total hingga pukul 06.00 WIB, menyebabkan kemacetan panjang hingga 5 km. Kini lalu lintas sudah normal, tapi petugas masih memasang garis polisi untuk olah TKP.
