Roman Novak, sosok yang dikenal di media sosial sebagai juragan kripto dengan gaya hidup glamor, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Pria yang sering memamerkan mobil Rolls Royce dan jet pribadi itu ternyata menyimpan rahasia gelap di balik kehidupannya yang terlihat penuh kemewahan.
Menurut laporan New York Post, Roman dan istrinya, Anna, terakhir terlihat pada 2 Oktober 2025 ketika mereka berangkat menuju sebuah resor pegunungan di luar Dubai untuk bertemu calon investor. Pertemuan itu ternyata diduga jebakan.
Aparat Uni Emirat Arab mengungkap, pasangan tersebut bukanlah investor kripto sukses seperti yang mereka klaim, melainkan pelaku penipuan. Mereka disebut telah menipu investor hingga USD 500 juta (Rp 8,3 triliun) melalui aplikasi kripto abal-abal, kemudian melarikan diri ke Dubai untuk menikmati uang hasil penipuan.
Namun pelarian itu justru berakhir tragis. Roman dan Anna dipancing ke sebuah villa di Kota Hatta, UAE, sebelum kemudian diculik dan disandera. Para pelaku diduga meminta akses ke dompet kripto Roman, tetapi dompet tersebut ternyata kosong.
Menyadari tidak mendapatkan uang, para kriminal disebut membunuh serta memutilasi keduanya. Bagian tubuh Roman bahkan ditemukan tersebar di beberapa lokasi, termasuk tong sampah di pusat perbelanjaan, sementara sisanya belum ditemukan.
“Para pelaku menculik pasangan ini untuk meminta tebusan. Ketika tidak mendapatkan apa yang mereka cari, mereka membunuh keduanya,” ungkap salah satu sumber kepada media Rusia Komsomolskaya Pravda.
Investigasi lintas negara pun dilakukan. Otoritas Rusia dari St Petersburg turut terlibat karena sinyal ponsel Novak terakhir terlacak di Cape Town, Afrika Selatan, pada 4 Oktober 2025.
Hingga kini, delapan orang telah ditahan. Salah satunya mantan investor yang menjadi korban penipuan Novak, sekaligus eks pegawai Kementerian Dalam Negeri Rusia. Tiga orang diduga menjadi eksekutor, sementara empat lainnya terlibat dalam perencanaan dan pembelian alat eksekusi. Satu orang pelaku lain masih buron.
Roman sendiri bukan sosok asing bagi aparat penegak hukum Rusia. Sebelumnya ia pernah dipenjara karena kasus penipuan kripto dengan kerugian investor mencapai USD 100.000 (Rp 16,7 miliar).