JAKARTA – Tanggal 19 November mencatat dua peristiwa besar yang membentuk sejarah dunia. Di medan perang Eropa Timur, serangan balasan Uni Soviet di Stalingrad pada 1942 menjadi titik balik Perang Dunia II.
Sementara di dunia olahraga, legenda sepak bola Brasil, Pele, menorehkan gol ke-1.000 pada 19 November 1969, sebuah pencapaian yang masih dikenang hingga kini.
Serangan Balasan Soviet di Stalingrad Jadi Titik Balik Perang Dunia II (1942)
Pertempuran Stalingrad memasuki babak krusial pada 19 November 1942 ketika Tentara Merah Uni Soviet meluncurkan Operasi Uranus.
Serangan besar-besaran ini diarahkan untuk mengepung Tentara Keenam Jerman dan pasukan sekutu mereka yang sebelumnya berhasil menekan pertahanan Soviet hingga tepi Sungai Volga.
Operasi Uranus dilakukan melalui serangan dua arah yang menargetkan posisi pertahanan pasukan Rumania dan Hungaria di sayap pasukan Jerman—bagian yang kala itu dianggap paling lemah. Dalam hitungan hari, pasukan Jerman mulai terjebak dalam pengepungan ketat.
Pertempuran berlangsung hingga Februari 1943 dan berakhir dengan menyerahnya sisa pasukan Jerman akibat kehabisan logistik dan amunisi. Keberhasilan Soviet di Stalingrad kemudian diakui sebagai titik balik Perang Dunia II di Front Timur karena menghentikan laju invasi Jerman dan mengubah momentum perang secara signifikan.
Pele Cetak Gol ke-1.000, Momen Ikonik Sepak Bola Dunia (1969)
Di luar ranah militer, 19 November juga menjadi tanggal bersejarah bagi dunia olahraga.
Pada 19 November 1969, pemain Brasil Edson Arantes do Nascimento atau Pele mencetak gol ke-1.000 dalam karier profesionalnya saat membela Santos FC.
Pele yang lahir pada 23 Oktober 1940 dikenal sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola.
Ia membawa Brasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali—1958, 1962, dan 1970—sebuah rekor yang belum dapat disamai pemain lain hingga kini.
Gol ke-1.000 tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol keunggulan teknik, konsistensi, dan pengaruh Pele terhadap perkembangan sepak bola modern.
Momen itu kemudian dikenal luas sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan panjang olahraga dunia.
