MEXICO CITY, MEXICO – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum secara resmi menawarkan diri menjadi penengah antara Amerika Serikat dan Venezuela, menyusul sinyal kesiapan Presiden Donald Trump untuk berbicara langsung dengan Nicolás Maduro.
Tawaran ini muncul ketika kapal induk nuklir AS memasuki Laut Karibia dan ancaman intervensi militer terhadap kartel narkoba semakin nyata.
Dalam konferensi pers rutinnya pada Senin, Sheinbaum menegaskan posisi Meksiko yang konsisten mendukung perdamaian.
“Kami adalah negara yang selalu mengupayakan perdamaian, dialog, dan penyelesaian konflik secara damai,” kata Sheinbaum. “Kami tidak mendukung invasi. Dengan cara apapun Meksiko dapat membantu, kami akan hadir. Biarkan ada dialog, kita harus selalu mengupayakan dialog dan perdamaian.”
Kapal Induk AS Masuk Karibia, Serangan Udara Tewaskan 83 Orang
Langkah diplomatik Meksiko ini bertepatan dengan pengerahan militer AS terbesar di kawasan Karibia dalam puluhan tahun terakhir. Kapal induk USS Gerald R. Ford beserta kelompok tempurnya memasuki perairan Karibia pada 16 November, membawa lebih dari 4.000 pelaut, sembilan skuadron udara dengan jet tempur F/A-18 Super Hornet, serta sejumlah kapal perusak berpeluru kendali.
Sejak awal September, serangan udara dan laut AS terhadap kapal-kapal yang diduga milik penyelundup narkoba telah menewaskan sedikitnya 83 orang dalam 21 insiden terpisah. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menjadi penggerak utama kampanye ini, meski bukti keterlibatan kapal-kapal tersebut dalam perdagangan narkoba masih terbatas.
Akhir pekan lalu, Trump membuka peluang dialog langsung dengan Maduro.
“Kami mungkin akan melakukan beberapa percakapan dengan Maduro, dan kita akan lihat bagaimana hasilnya,” ujar Trump kepada wartawan.
Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Menlu Marco Rubio menetapkan Cartel de los Soles—kartel yang diduga dikendalikan pejabat tinggi Venezuela—sebagai organisasi teroris asing.
Maduro Buka Pintu Dialog Tatap Muka
Menanggapi cepat, Nicolás Maduro menyatakan kesiapannya bertemu Trump secara langsung. “Negara ini dalam damai. Di Amerika Serikat, siapa pun yang ingin berbicara dengan Venezuela akan dapat melakukannya. Tatap muka, tanpa masalah apa pun,” tegas Maduro dalam acara televisi mingguannya pada Senin.
Trump Ancam Serang Meksiko, Sheinbaum: “Itu Tidak Akan Terjadi”
Di saat yang sama, Trump kembali mengancam akan melakukan operasi militer di Meksiko untuk memerangi kartel narkoba. Ketika ditanya wartawan apakah AS akan menyerang wilayah Meksiko, Trump menjawab singkat:
“Tidak masalah bagi saya. Apa pun yang harus kita lakukan untuk menghentikan narkoba.”
Sheinbaum langsung menolak keras ancaman tersebut pada Selasa.“Itu tidak akan terjadi,” tegasnya. “Kami beroperasi di wilayah kami dan tidak menerima intervensi dari pemerintah asing mana pun.”
Meski demikian, Menlu AS Marco Rubio berjanji tidak akan melakukan tindakan sepihak di Meksiko, meskipun Trump sendiri belum mencabut ancaman operasi militer di negara tetangganya itu.
Situasi di kawasan Amerika Latin kini berada di persimpangan: peluang dialog bersejarah antara Trump dan Maduro, atau eskalasi konflik militer yang lebih luas. Tawaran mediasi Meksiko menjadi satu-satunya jembatan diplomatik yang masih terbuka saat ini.