Edisi hampir sempurna dari Superman #1 terbitan 1939 terjual dengan harga fantastis $9,12 juta (Rp152,23 miliar) dalam acara Heritage Auctions, Kamis (20/11). Angka ini bukan hanya memecahkan rekor dunia untuk komik termahal, tetapi juga menegaskan posisi Superman sebagai ikon terbesar dalam sejarah koleksi pop culture.
Komik langka yang meraih nilai CGC 9,0 itu kini tercatat sebagai salinan terbaik yang pernah ditemukan untuk edisi ini. Harganya melesat jauh di atas rekor sebelumnya—yakni $6 juta untuk Action Comics #1 pada April 2024—sebuah lompatan nilai lebih dari 50% yang membawa komik ke liga seni rupa dan manuskrip bersejarah.
Ditemukan di Loteng, Bernilai Jutaan Dolar
Keajaiban ini bermula saat tiga bersaudara dari California Utara menemukan komik tersebut saat membersihkan loteng rumah mendiang ibu mereka pada Natal lalu. Tersimpan rapi dalam kotak kardus dan dilapisi tumpukan koran tua, edisi Superman itu ternyata dibeli sang ibu pada usia sembilan tahun—di masa antara Depresi Besar dan Perang Dunia II. Ia kerap bercerita tentang “komik langka yang tersimpan entah di mana,” namun keluarga itu tak pernah menemukannya hingga penemuan tak sengaja tersebut.
“Superman No. 1 adalah tonggak budaya populer. Kondisinya luar biasa, dan kisah penemuannya seperti film Hollywood,” ujar Lon Allen, Wakil Presiden Heritage Auctions.
Kondisi komik yang terawat baik dipercaya terbantu oleh iklim sejuk California Utara, sehingga mampu meraih nilai CGC tertinggi yang pernah diberikan untuk edisi ini. Saat ini, hanya tujuh salinan Superman #1 yang memiliki nilai CGC 6,0 ke atas.
Mengapa Superman #1 Begitu Penting?
Superman #1, dirilis musim panas 1939, adalah komik pertama yang sepenuhnya didedikasikan untuk satu superhero. Ini terjadi setelah debut fenomenal Superman di Action Comics #1 setahun sebelumnya. Komik ini awalnya dijual seharga 10 sen dengan cetakan perdana 500.000 eksemplar.
Namun, salinan berkualitas tinggi semakin langka. Salah satu alasannya: anak-anak pada masa itu didorong untuk memotong bagian belakang sampul sebagai poster—mengakibatkan banyak salinan rusak. Menurut CGC, hanya 209 salinan dalam kondisi apa pun yang masih tercatat hari ini.
Penjualan luar biasa ini, menurut Jim Halperin dari Heritage Auctions, menandai tahap baru di mana koleksi budaya populer mulai memasuki level tertinggi dunia lelang global.