Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Komika sekaligus aktor Mudy Taylor meninggal dunia pada Selasa, 25 November 2025. Berita ini pertama kali disampaikan oleh sesama komedian, Jarwo Kwat, melalui unggahan di Instagram pribadinya.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Selamat jalan Mudi (seniman komedi), semoga diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” tulis Jarwo dalam unggahannya.
Ungkapan belasungkawa itu menggambarkan bukan hanya kedekatan personal, tetapi juga duka mendalam komunitas komedi Tanah Air yang kehilangan salah satu sosok paling ikonik di industrinya. Komentar serupa juga mengalir dari rekan-rekan lainnya, termasuk Mang Saswi, yang menuliskan, “Innalillahi wa innailaihi rojiun, semoga almarhum husnul khotimah. Amin.”
Perjalanan Karier: Pelopor Komedi Musikal
Pemilik nama lengkap Dhimas Mudiarto Ramelan Sutro ini dikenal sebagai komika yang mulai populer pada awal 2010-an. Ia membawa warna baru ke panggung stand-up comedy Indonesia lewat gaya komedi musikal, lengkap dengan gitar atau ukulele yang menjadi ciri khasnya.
Materi komedinya yang satir, jenaka, dan dipadukan dengan musik membuat penampilannya mudah dikenali dan disukai berbagai kalangan.
Kesuksesan di panggung stand-up membawanya merambah dunia seni peran. Ia terlibat dalam sejumlah film layar lebar, termasuk Comic 8, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai seniman serba bisa.
Mudy juga aktif menjadi bintang tamu di berbagai program televisi dan podcast, selalu hadir dengan humor segar dan kritik sosial yang cerdas. Mudy pernah hadir di panggung acara 1 Tahun Prabowo – Gibran yang digelar Garuda TV di Universitas Tarumanegara pada 20 Oktober 2025.
Kepergian Mudy Taylor meninggalkan duka yang mendalam. Kontribusinya sebagai pelopor komedi musik menjadikannya sosok yang unik dan tak tergantikan. Bagi penggemar dan kolega, tawa dan karya-karyanya akan terus menjadi kenangan indah sekaligus inspirasi bagi generasi komika berikutnya.