JABAR – Sebanyak 96 korban terorisme menerima bantuan pemulihan senilai Rp608 juta di Bogor pada Kamis, 27 November 2025. Bantuan ini menandai komitmen negara dalam memperkuat perlindungan dan pemulihan para penyintas.
Bantuan yang disalurkan mencakup rehabilitasi medis, dukungan psikologis, serta pendampingan psikososial, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 103/PUU-XXI/2023 yang kembali membuka pengajuan status korban terorisme.
Kepala BNPT Brigjen Pol Eddy Hartono menegaskan, kerja sama ini memperkuat komitmen negara untuk membantu korban bangkit dan mandiri kembali.
“Kolaborasi BNPT dan Pupuk Indonesia Grup menjadi bukti hadirnya negara dalam mendampingi para korban untuk kembali bangkit dan mandiri,” jelas Kepala BNPT Eddy Hartono di Bogor pada Kamis 27 November.
Selama periode 2022–2024, Pupuk Indonesia Grup telah menyalurkan bantuan total Rp1,924 miliar kepada 101 korban terorisme. Pada 2025, perusahaan BUMN pupuk itu kembali mengalokasikan Rp608 juta khusus untuk 96 penyintas.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Tina T. Kemala Intan menyatakan komitmen perusahaan tidak hanya pada pemulihan korban, tetapi juga pencegahan radikalisme.
“Upaya pemulihan korban tindak pidana terorisme merupakan wujud nyata untuk membangun masyarakat yang tangguh, inklusif, dan berdaya. Kami pun akan tetap berkomitmen dalam rangka pemulihan korban dan melanjutkan sinergisitas pencegahan dan penanggulangan terorisme,” katanya.
Salah satu penerima bantuan asal Poso, Sulawesi Tengah, Mariane Ka’awoan, menyampaikan rasa syukur dan harapannya.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pupuk Indonesia Group atas kepedulian dan dukungannya. Terima kasih juga kepada BNPT yang tidak pernah berhenti mendampingi kami dalam proses pemulihan fisik, psikologis, dan kehidupan kami secara menyeluruh. Semoga Pupuk Indonesia Group semakin maju, semakin kuat, dan terus menjadi teladan dalam memberikan kontribusi sosial bagi bangsa,” ucapnya haru.
Penyerahan bantuan ini menjadi sinyal kuat bahwa negara dan korporasi dapat bersinergi menciptakan ekosistem pemulihan yang berkelanjutan bagi korban terorisme di Indonesia.