Airbus mengumumkan penarikan darurat (recall) terhadap sekitar 6.000 pesawat A320 di seluruh dunia, termasuk 38 unit yang beroperasi di Indonesia, menyusul temuan bahwa radiasi matahari ekstrem (solar flare) dapat merusak sistem komputer kendali penerbangan ELAC, dan berpotensi menyebabkan pesawat kehilangan kendali secara tiba-tiba.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan enam maskapai—Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Pelita Air, dan Transnusa—untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum pesawat kembali beroperasi.
Dari 143 pesawat A320 aktif di Indonesia, 26 persen dinyatakan terdampak instruksi kelaikudaraan darurat tersebut.
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menerbitkan Emergency Airworthiness Directive yang mulai berlaku efektif 30 November 2025 pukul 06.59 WIB.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa memperingatkan kemungkinan gangguan jadwal penerbangan, mengingat tingginya jumlah pesawat A320 yang beroperasi global.
Insiden JetBlue Jadi Pemicu
Recall terbesar dalam 55 tahun sejarah Airbus ini dipicu oleh insiden JetBlue penerbangan 1230 pada 30 Oktober 2025, ketika pesawat A320 tiba-tiba turun sekitar 30 meter dalam waktu tujuh detik tanpa perintah pilot. Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida, dan 15 penumpang mengalami cedera.
Investigasi menemukan bahwa solar flare dapat merusak data penting pada sistem komputer ELAC, yang mengatur pergerakan elevator di ekor pesawat. Dalam skenario ekstrem, kerusakan dapat menyebabkan gerakan elevator tak terkendali dan berpotensi melampaui batas keamanan struktur pesawat.
Proses Perbaikan dan Dampaknya
Perbaikan pesawat terdampak diperkirakan membutuhkan 3–5 hari, dengan sekitar dua pertiga unit dapat ditangani hanya dengan rollback perangkat lunak 2–3 jam, sementara lebih dari 1.000 unit membutuhkan penggantian perangkat keras.
Pemerintah mengimbau penumpang dengan jadwal terbang 30 November–4 Desember 2025 untuk mengonfirmasi ulang tiket kepada maskapai. Maskapai besar yang terdampak antara lain:
-
American Airlines: 209 dari 480 pesawat
-
Scoot: 21 dari 29 pesawat
-
ANA Jepang: membatalkan 65 penerbangan, berdampak 9.400 penumpang