JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak Humas Pemerintah untuk bersinergi menghadapi ancaman intoleransi dan radikalisme di ruang digital melalui gerakan #SiapJagaIndonesia.
“Era media sosial sangat terbuka dan sebenarnya memberi banyak manfaat. Namun, ketika disalahgunakan, ruang digital justru bisa menjadi ancaman. Karena itu, melalui #SiapJagaIndonesia, kami mengajak seluruh Humas Kementerian/Lembaga bersama-sama melawan intoleransi dan radikalisme digital dengan menciptakan ruang digital yang aman dan sehat,” ujar Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Humas BNPT, Tejo Wijanarko, Selasa (2/12/2025).
Gerakan ini sekaligus menjadi respon atas maraknya perekrutan anak dan remaja melalui berbagai platform digital dengan beragam modus yang membangun kedekatan emosional dan menarik mereka pada ideologi berbahaya.
Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawati, menjelaskan bahwa meskipun indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Indonesia pada 2024 meningkat, ruang digital masih dipenuhi konten bermuatan kekerasan. Karena itu, Humas Pemerintah diharapkan terus konsisten menyebarkan narasi positif.
“Toleransi kita meningkat, terbukti dari indeks KUB yang naik menjadi 76,47 dari 76,02 tahun sebelumnya. Namun, konten kekerasan masih banyak ditemukan di ruang digital,” ujarnya.
Menurutnya, peran Humas kini tidak lagi sebatas menyampaikan kebijakan, tetapi juga memenangkan pertarungan informasi di ruang digital—bukan dengan senjata, melainkan melalui narasi dan informasi yang cerdas.
Menanggapi ajakan tersebut, Pranata Humas Muda Kemendagri, R. Aten Hasan Rifai, menyatakan komitmennya untuk memperluas jangkauan narasi kebangsaan yang dihasilkan BNPT.
“Kami dari Kemendagri siap menyosialisasikan konten-konten BNPT. Kami bisa menayangkan di videotron, membagikannya melalui media sosial, bahkan menjangkau pemerintah daerah,” tutupnya.