JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) mempercepat penyaluran bantuan darurat bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 1.500 kantong darah telah dikirim lebih dulu melalui pesawat Hercules sejak akhir November, sementara kapal kemanusiaan bermuatan puluhan ton logistik diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (6/12/2025) siang.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Asmawi Syam, menegaskan pengiriman darah melalui udara menjadi prioritas utama karena kebutuhan transfusi di lapangan sangat mendesak.
“Kantong-kantong darah juga kita kirim melalui udara, pesawat Hercules. Sebanyak 1.500 kantong darah sudah kita kirim karena memerlukan waktu yang lebih cepat,” kata Asmawi kepada wartawan di Terminal IKT Domestik, Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (6/12/2025).
Sementara itu, bantuan logistik dikirim menggunakan Kapal Kemanusiaan PMI–Kalla Lines yang berangkat hari ini menuju Pelabuhan Belawan, Medan. Dari Belawan, barang akan dilanjutkan ke Lhokseumawe, Banda Aceh, serta wilayah terdampak di Sumatera Barat.
“Palang Merah Indonesia bekerja sama dengan Kalla Lines akan memberangkatkan beberapa barang, ini adalah misi kemanusiaan,” ujar Asmawi.
Kapal diperkirakan tiba pada 10 Desember 2025 setelah menempuh perjalanan sekitar empat hari.
Bantuan logistik yang dikirim meliputi:
- 31 unit truk tangki air bersih (menambah 29 unit yang sudah beroperasi)
- 40 unit mesin alkon
- 200 unit tandon air
- 10.000 kompor dan 10.000 regulator
- 50.000 sarung
- 20.000 mi instan (kemasan biasa dan cup)
- 10.000 karung beras @5 kg
- 17.500 pakaian baru
- 6.000 masker kain
- 600 sprayer dan 600 terpal
- 1.000 paket baby kit
- 1.000 paket cleaning kit
- 2.000 paket hygiene kit
Pengiriman ini dikawal langsung oleh 88 personel PMI yang akan memperkuat tim di lapangan.
“Serta ini dikawal oleh 88 personel PMI yang akan memperkuat pelayanan yang ada di lokasi nanti dan sekaligus mengawal barang-barang ini,” tambah Asmawi.
Setelah kapal bersandar, bantuan akan segera didistribusikan ke daerah-daerah terisolir dan sulit dijangkau.
“Kita drop barang ini di kota-kota. Kemudian nanti kita distribusikan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau,” jelasnya.
Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat (5/12/2025) sore, bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut telah menewaskan 867 orang, 521 orang masih hilang, dan lebih dari 4.200 korban luka-luka.
PMI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan relawan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan cepat sampai ke tangan korban.
