Gianpiero Lambiase, sosok penting di balik kesuksesan Max Verstappen sebagai race engineer andalan Red Bull Racing, tak kuasa menahan air mata di pitwall usai Grand Prix Abu Dhabi yang menutup musim pada Minggu. Kemenangan Verstappen di balapan tersebut gagal mengamankan gelar juara dunia kelima berturut-turut—terpaut hanya dua poin dari Lando Norris—namun emosi Lambiase mencerminkan situasi yang jauh lebih dalam daripada sekadar hasil kejuaraan.
Lambiase, atau akrab disapa “GP”, terlihat menundukkan kepala sambil memegangi wajahnya, menunjukkan tekanan berat yang ia tanggung sepanjang 2025 dan ketidakpastian mengenai peran masa depannya saat Formula 1 bersiap menuju musim 2026.
Musim Penuh Tantangan Pribadi
Musim 2025 menjadi salah satu yang terberat bagi Lambiase, yang harus absen dari Grand Prix Austria dan Belgia karena situasi pribadi yang serius. Posisinya sementara digantikan oleh Simon Rennie, kepala teknik simulasi Red Bull. Bahkan kehadirannya di Grand Prix Qatar sempat tidak dapat dipastikan hingga mendekati akhir pekan lomba.
Menurut laporan Motorsport.com, peran Lambiase untuk 2026 masih belum diputuskan, dengan Red Bull berencana melakukan pembahasan intens selama jeda musim dingin. Tim tengah mempertimbangkan apakah ia akan tetap menjadi race engineer Verstappen atau mengambil jabatan senior di divisi trek. Keputusan akan dilakukan tanpa tergesa, menimbang situasi emosional yang sedang terjadi.
Max Verstappen memberikan dukungan penuh kepada sosok yang telah menjadi partner strategis sekaligus sahabat dekatnya.
“Ini tahun yang sangat emosional. Saya tidak ingin masuk terlalu dalam detail, tetapi ini sangat berat,” ujar Verstappen. “Dia bukan hanya race engineer saya—dia teman saya. Kami sudah melalui begitu banyak hal bersama.”
Restrukturisasi Besar di Red Bull
Ketidakpastian peran Lambiase muncul di tengah perombakan internal signifikan di kubu Red Bull. Tiga dari empat insinyur inti Verstappen—Tom Hart, Michael Manning, dan David Mart—telah dipastikan hengkang pada akhir musim. Hart akan bergabung dengan Williams, sementara Mart pindah ke Audi menjelang era mesin baru 2026.
Awal tahun ini, Lambiase sebenarnya telah dipromosikan menjadi Head of Racing, posisi strategis yang mencakup tim balap, pengembangan mobil, dan program heritage sambil tetap menjalankan tugas engineering untuk Verstappen. Perubahan tersebut mengikuti mundurnya direktur olahraga Jonathan Wheatley ke Sauber/Audi.
Kepala tim Laurent Mekies menyatakan perubahan adalah bagian alami dari Formula 1:
“F1 tidak pernah statis. Anda selalu menyesuaikan struktur untuk terus berkembang,” ujarnya.