JAKARTA – Pevoli putri andalan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, memilih bersikap realistis menghadapi persaingan bola voli putri pada SEA Games 2025 di Thailand. Ia mengakui bahwa peta kekuatan Asia Tenggara masih menempatkan tuan rumah sebagai lawan terberat.
“Thailand itu paling bagus di Asia Tenggara. Suatu kebanggaan bisa bermain melawan mereka. Kalau bicara emas, sejujurnya masih jauh. Peringkat dua atau tiga saja sudah bagus, tapi nanti kita lihat saja bagaimana hasil akhirnya,” ujar Megawati di Bangkok, Selasa (9/10/2025), dilansir dari Antara.
Dominasi Thailand memang tidak terbantahkan. Sejak 1977, Negeri Gajah Putih telah mengoleksi 16 medali emas bola voli putri, termasuk 14 kali beruntun sejak 1989 hingga 2023. Indonesia terakhir meraih emas pada 1983 di Singapura setelah menang 3-2 atas Filipina.
Dalam tiga edisi terakhir—2019, 2021, dan 2023—Indonesia konsisten mengamankan medali perunggu, semuanya diraih lewat kemenangan atas Filipina pada perebutan tempat ketiga.
Untuk edisi 2025, Indonesia tergabung di Pul B bersama Malaysia, Myanmar, dan Vietnam. Pelatih Marcos Sugiyama membawa skuad gabungan pemain senior dan muda. Nama-nama berpengalaman seperti Megawati Hangestri, Mediol Stiovanny Yoku, Rika Dwi Ratri, dan Syelomitha Afrilauza Wongkar dipadukan dengan talenta U-21 seperti Ajeng Nur Cahaya, Pascalina Mahuze, dan Chelsa Berliana Nurtomo—yang sebelumnya tampil di Piala Dunia Voli U-21 Putri 2025.
Kombinasi tersebut diharapkan mampu memberikan energi baru bagi performa Merah Putih di ajang multievent terbesar Asia Tenggara.
Indonesia akan memulai pertandingan penyisihan grup melawan Malaysia pada Rabu pukul 12.30 WIB, dilanjutkan menghadapi Myanmar pada Kamis pukul 15.00 WIB, dan ditutup dengan laga kontra Vietnam pada Jumat pukul 17.30 WIB.