Red Bull secara resmi mengumumkan bahwa Helmut Marko akan meninggalkan tim sebelum musim F1 2026 dimulai.
Marko telah menjadi sosok kunci sejak Red Bull mengambil alih tim Jaguar pada 2005. Sebagai kepala program pembinaan pembalap muda Red Bull, ia berperan besar dalam melahirkan bintang-bintang seperti Sebastian Vettel dan Max Verstappen, yang masing-masing berhasil meraih empat gelar juara dunia bersama tim tersebut.
Nama-nama besar lain seperti Daniel Ricciardo, Carlos Sainz, dan Pierre Gasly juga merupakan lulusan program junior Red Bull yang kemudian memenangkan balapan di F1.
Rumor soal kepergian Marko mulai mencuat setelah GP Abu Dhabi, yang disebut-sebut sebagai balapan terakhirnya bersama tim.
Dalam pernyataan resmi Red Bull, Marko mengatakan:
“Saya telah berkecimpung di dunia motorsport selama enam dekade. Lebih dari 20 tahun bersama Red Bull adalah perjalanan yang luar biasa dan penuh kesuksesan. Saya bangga dengan apa yang telah kami bangun dan capai bersama begitu banyak orang berbakat. Gagal meraih gelar musim ini membuat saya merasa bahwa inilah momen yang tepat untuk menutup bab panjang dan intens ini.”
Kepergian Marko merupakan kelanjutan dari deretan perubahan besar di Red Bull. Sebelumnya, Christian Horner digantikan oleh Laurent Mekies sebagai prinsipal tim, sementara Adrian Newey dan Jonathan Wheatley juga memilih hengkang.
Meski Max Verstappen telah menegaskan komitmennya dalam jangka pendek, ia tetap dikaitkan dengan kemungkinan kepindahan ke Mercedes atau Aston Martin.
Mekies memberikan penghormatan khusus untuk Marko:
“Ini kabar yang sangat menyedihkan. Helmut adalah bagian penting dari tim kami dan program balap Red Bull selama lebih dari dua dekade. Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar. Saya berterima kasih atas dukungannya yang luar biasa, termasuk saat masa-masa awal saya di Toro Rosso. Ia adalah sosok pebalap sejati yang selalu mendorong kami sampai batas tertinggi.”