JAKARTA – YouTube kembali menegaskan batasannya terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) di platform video terbesar dunia tersebut. Dua kanal raksasa pembuat trailer film palsu berbasis AI resmi ditutup oleh YouTube setelah menimbulkan kontroversi besar dan menghasilkan lebih dari 1 miliar penayangan.
Kedua kanal tersebut adalah Screen Culture dan KH Studio, selama ini dikenal memproduksi trailer palsu untuk film-film yang belum diumumkan, bahkan tak jarang menampilkan karakter dari waralaba besar seperti Marvel, Star Wars, atau James Bond. Menurut laporan Deadline, kedua kanal itu memiliki lebih dari 2 juta subscriber sebelum akhirnya dihapus pada Kamis (18/12). Kini, laman keduanya hanya menampilkan pesan “This page isn’t available”.
Juru bicara YouTube menyebut langkah tersebut diambil karena kanal tersebut melanggar kebijakan tentang spam, penyesatan metadata, dan penggunaan AI tanpa transparansi. “Setelah sempat kami nonaktifkan sementara, mereka memang melakukan beberapa perbaikan. Namun setelah monetisasi diaktifkan kembali, pelanggaran serupa kembali dilakukan secara terbuka,” kata YouTube dalam pernyataannya kepada The Verge.
Trailer Film Palsu Menunggangi Algoritma
Salah satu kanal yang ditutup, Screen Culture, dikabarkan berbasis di India dan dikelola oleh tim berisi puluhan editor. Mereka memanfaatkan celah algoritma YouTube dengan menggunggah versi-versi trailer palsu secara cepat sebelum studio resmi merilis versi asli. Strategi itulah yang membuat video rekayasa mereka sering kali muncul di posisi teratas hasil pencarian.
Bahkan, untuk satu film fiktif The Fantastic Four: First Steps, kanal ini sempat merilis hingga 23 versi trailer berbeda. Beberapa di antaranya berhasil menyaingi penayangan video resmi milik Marvel.
Pendiri kanal, Nikhil P. Chaudhari, mengaku tak melihat masalah besar dalam praktik tersebut. “Kami hanya memanfaatkan peluang algoritma. Kalau pun ada yang salah paham, apa ruginya?” ujarnya dalam wawancara dengan Deadline beberapa waktu lalu.
Gugatan Disney Memicu Gejolak
Penutupan kanal ini terjadi tak lama setelah The Walt Disney Company melayangkan surat somasi kepada Google, induk perusahaan YouTube. Dalam dokumen bertanggal 11 Desember itu, Disney menuduh Google melakukan pelanggaran hak cipta “dalam skala besar”, khususnya terkait penggunaan karakter-karakter dari Marvel, Pixar, dan Star Wars untuk pelatihan AI tanpa izin.
Langkah hukum ini muncul hanya beberapa jam sebelum Disney mengumumkan kerja sama senilai US$1 miliar dengan OpenAI, yang memberi izin bagi platform Sora untuk menghasilkan video menampilkan lebih dari 200 karakter ikonik Disney secara legal.
Penutupan kanal tersebut disambut gembira oleh banyak kreator yang menilai bahwa langkah YouTube sudah tepat untuk menjaga integritas konten. “Akhirnya monster itu tumbang,” ujar salah satu kreator yang selama ini mengeluhkan banjirnya trailer palsu di platform.
Langkah tegas YouTube ini menjadi sinyal kuat bahwa era “AI bebas beraksi tanpa batas” di dunia konten kini mulai diberi pagar ketat, khususnya ketika menyangkut hak cipta, keaslian, dan kepercayaan publik.
