Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah pegunungan Papua Nugini pada Senin, 22 Desember 2025. Getaran gempa dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah Papua di Indonesia. Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat peringatan tsunami maupun laporan kerusakan dan korban jiwa, baik di Papua Nugini maupun di kawasan Indonesia timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa guncangan dirasakan lemah hingga sedang di beberapa wilayah Papua. Meski demikian, gempa tersebut tidak menimbulkan situasi darurat.
BMKG juga menegaskan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami di wilayah pesisir Indonesia dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta hanya mengandalkan informasi resmi dari kanal lembaga tersebut.
Episenter di Daratan Papua Nugini, Guncangan Meluas
Berdasarkan catatan United States Geological Survey (USGS), gempa terjadi sekitar pukul 10.31 UTC dengan pusat gempa berada di wilayah pegunungan dekat Goroka, Provinsi Eastern Highlands, Papua Nugini. Gempa tercatat memiliki kedalaman sekitar 110 kilometer, tergolong gempa menengah.
Media internasional yang mengutip data USGS melaporkan guncangan dirasakan cukup luas di kawasan dataran tinggi Papua Nugini. Namun, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Di Indonesia, BMKG mencatat parameter gempa yang sejalan dengan data USGS, dengan episenter berada di koordinat sekitar 5–6 derajat Lintang Selatan dan 145–146 derajat Bujur Timur. Getaran dirasakan di sejumlah wilayah Papua dan sekitarnya, tetapi hingga pukul 18.00 WIB tidak ditemukan laporan kerusakan ataupun gempa susulan signifikan.
Penjelasan Pakar dan Imbauan BMKG
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk gempa menengah yang berkaitan dengan deformasi lempeng di zona subduksi sekitar New Britain serta pertemuan Lempeng Australia dan Pasifik. Mekanisme sumber gempa didominasi sesar geser-turun (oblique normal fault), yang umum terjadi di kawasan Cincin Api Pasifik yang aktif secara tektonik.
BMKG bersama USGS dan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik memastikan tidak ada ancaman tsunami dari peristiwa ini. Selain karena mekanisme gempa, pusat gempa yang berada jauh dari permukiman padat juga dinilai meminimalkan potensi kerusakan dan korban jiwa.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat di Papua dan wilayah Indonesia timur untuk waspada, menjauhi bangunan retak atau tua, serta mengikuti arahan dari BPBD setempat. Warga juga diminta terus memantau informasi resmi melalui situs dan media sosial BMKG serta tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.