JAKARTA – Di tengah banjir serial televisi yang terus bermunculan, tidak semuanya mampu memikat penonton. Majalah Variety baru-baru ini merilis daftar serial TV terburuk tahun 2025 versi kritikus Alison Herman dan Aramide Tinubu. Daftar ini menyoroti berbagai kegagalan, mulai dari spin-off yang kehilangan arah, ide segar yang dieksekusi buruk, hingga proyek ambisius bertabur bintang besar yang berakhir mengecewakan.
Menurut para kritikus, deretan serial ini menjadi pengingat bagi Hollywood untuk lebih berani membuka ruang bagi kreator dan gagasan baru. Beberapa judul bahkan telah dibatalkan oleh platform streaming masing-masing, menegaskan bahwa penilaian kritikus sejalan dengan respons penonton. Berikut delapan serial yang masuk daftar hitam Variety, disusun secara alfabetis:
Countdown (Prime Video)
Serial aksi karya Derek Haas, kreator “Chicago Fire” dan “Chicago PD”, ini mengikuti satuan tugas elit setelah pembunuhan seorang petugas keamanan. Meski dipenuhi adegan laga sepanjang 13 episode musim pertamanya, serial yang kini telah dibatalkan ini dinilai semakin membosankan dari episode ke episode. Karakter yang kurang menarik dan alur cerita yang rapuh membuat misinya terasa hambar dan sulit diikuti hingga akhir musim.
Pulse (Netflix)
Drama rumah sakit berbahasa Inggris pertama Netflix ini langsung kehilangan nyawa sejak awal penayangan dan akhirnya dibatalkan. Upaya menggabungkan kasus medis dengan kehidupan pribadi para dokter justru terganjal oleh penggambaran isu pelecehan seksual yang dinilai buruk dan mengganggu alur cerita.
Prime Target (Apple TV+)
Thriller spionase dengan premis penemuan matematika revolusioner ini seharusnya menjanjikan, terutama dengan jajaran pemeran yang kuat. Namun, plot yang rumit justru terasa semakin membosankan karena terlalu bergantung pada konsep matematis dan karakter pendukung yang gagal membangun ketegangan.
The Runarounds (Prime Video)
Drama musik remaja dari Jonas Pate, kreator “Outer Banks”, ini disebut sebagai salah satu yang terburuk. Meski lagu-lagunya cukup menarik, cerita yang kacau dan akting yang lemah—karena sebagian besar pemerannya lebih dikenal sebagai musisi—membuat serial ini sulit dinikmati.
Sheriff Country (CBS)
Spin-off dari “Fire Country” ini gagal menangkap pesona seri aslinya, meskipun dibintangi Morena Baccarin. Karakter antagonis yang terasa kartun dan konflik yang kurang meyakinkan menjadi kelemahan utama, meski masih ada harapan perbaikan di musim berikutnya.
Suits LA (NBC)
Sekuel “Suits” yang berlatar Los Angeles ini tak bertahan lama setelah penayangan perdananya. Alur cerita yang terkesan asal tempel dan kemunculan cameo gimmick semata menunjukkan serial ini tak pernah benar-benar serius mengembangkan ceritanya.
The Terminal List: Dark Wolf (Prime Video)
Prekuel ini dinilai salah arah karena gagal menyeimbangkan thriller spionase yang subtil dengan aksi perang yang berlebihan. Perpaduan keduanya terasa canggung dan melelahkan untuk diikuti.
Zero Day (Netflix)
Serial terbatas dengan bintang besar seperti Robert De Niro ini justru terasa datar dan mudah dilupakan. Minim ketegangan sebagai thriller dan kurang tajam sebagai drama politik, “Zero Day” menjadi misteri tersendiri mengingat potensi besar yang dimilikinya.
Meski selera penonton tentu berbeda-beda, daftar ini bisa menjadi referensi bagi pencinta serial TV agar terhindar dari kekecewaan menjelang akhir tahun.