JAKARTA – Choi Seo-hyeon, setter muda kelahiran 2005, menunjukkan kematangan permainan saat untuk pertama kalinya dipercaya mengisi peran utama pada musim 2025–2026. Usai mengakhiri kebersamaan dengan Hyundai Engineering & Construction pada 2025, Seo-hyeon hijrah ke Jeong Kwan-jang Red Sparks dan langsung memanfaatkan momentum. Absennya dua setter senior, Yeom Hye-seon dan Kim Chae-na, akibat cedera membuka peluang besar baginya—dan kesempatan itu dijawab dengan performa impresif.
Pada pertandingan 1 Januari 2026, Seo-hyeon memimpin Red Sparks menantang Korea Expressway Corporation (Hi-Pass) yang kala itu bertengger di puncak klasemen. Di tengah masalah penerimaan bola yang belum stabil, ia tetap mampu merangkai kerja sama efektif dengan lini serang. Park Hye-min, Jeong Ho-yeong, Inkusi, dan Zanete masing-masing mencatatkan dua poin, mengantar Red Sparks meraih kemenangan meyakinkan 3-0. Hasil ini menjadi kekalahan tanpa balas pertama Korea Expressway Corporation musim ini, sekaligus kejutan besar mengingat posisi Red Sparks sebelumnya berada di dasar klasemen.
Pelatih Ko Hee-jin tak ragu melontarkan pujian kepada sang setter muda. “Seo Hyun-i memiliki keunggulan dalam melakukan serangan cepat. Saya rasa suasana menjadi lebih baik ketika Seo Hyun-i melakukan dua blok di awal pertandingan. Itu hampir merupakan pertandingan sempurna di antara semua pertandingan yang dimainkan Seo Hyun-i. Dia bermain sangat baik. Kepercayaan dirinya tinggi,” ujarnya, dilansir dari mydaily, Jumat (2/1/2026).
Secara statistik, efisiensi penerimaan Red Sparks memang hanya mencapai 23,64 persen, tertinggal dari Korea Expressway Corporation yang mencatatkan 36,23 persen. Namun, keunggulan tim terletak pada distribusi serangan yang merata. Zanete menjadi tumpuan dengan kontribusi 28,04 persen serangan, disusul Inkusi 23,36 persen, sementara Park Hye-min dan Jeong Ho-yeong masing-masing menyumbang 19,63 persen. Variasi serangan tersebut membuat pertahanan lawan kesulitan membaca arah bola.
Kegigihan Choi Seo-hyeon di Red Sparks
Seo-hyeon sendiri mengakui masih memiliki kekurangan, terutama dalam umpan ke belakang, namun ia menebusnya dengan latihan ekstra. “Saya berlatih sebelum latihan beban, sebelum latihan siang, dan bahkan di malam hari. Itu membantu saya mendapatkan kepercayaan diri dan merasa kurang cemas,” katanya. Ia juga menilai pemanfaatan pemain tengah menjadi kunci untuk memecah konsentrasi blok lawan.
Memasuki musim ketiganya di level profesional, perkembangan Seo-hyeon kian terlihat. “Inkusi dan saya sama-sama menjadi pemain inti untuk pertama kalinya. Saya pikir ini pengalaman yang luar biasa bagi kami. Saya ingin secara bertahap menunjukkan apa yang telah kami latih di lapangan,” ujarnya.
Sebelumnya, Seo-hyeon direkrut Hyundai Engineering & Construction sebagai pilihan keenam dalam draft 2023, namun minim menit bermain. Status bebas transfer pada musim panas 2025 menjadi titik balik kariernya setelah memilih bergabung dengan Red Sparks. Kini, namanya mulai mencuat sebagai salah satu prospek setter masa depan bola voli putri Korea.
