JAKARTA – Bursa Efek Indonesia resmi mengawali perdagangan tahun 2026 dengan atmosfer optimistis.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak menguat pada sesi pembukaan, Jumat (2/1/2026).
Pembukaan perdagangan awal tahun ini dilakukan langsung oleh Menteri Keuangan bersama Gubernur Bank Indonesia.
Lalu Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, serta Ketua Komisi IX DPR RI di Main Hall BEI.
Jajaran direksi Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) turut hadir sebagai bagian dari Self-Regulatory Organization pasar modal nasional.
Pada momen pembukaan tersebut, IHSG tercatat berada di zona hijau dengan posisi 8.676,74, menandai awal tahun yang positif bagi pelaku pasar.
Capaian ini menunjukkan peningkatan dibandingkan penutupan akhir perdagangan 2025 yang berhenti di level 8.646,94.
Sepanjang tahun 2025, kinerja IHSG mencatatkan penguatan signifikan sebesar 22,13 persen, mencerminkan daya tahan pasar modal domestik.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mencatat bahwa seluruh sektor saham ditutup menguat pada akhir perdagangan tahun lalu, dengan sektor teknologi menjadi kontributor penguatan terbesar.
“Hari ini IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan, menguji level 8.680-8.725,” kata Tim Phintraco, Jumat (2/1/2026).
Menurut Phintraco, perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada rilis sejumlah indikator ekonomi domestik yang dijadwalkan keluar pada pekan depan.
“Diantaranya Indeks S&P Global Manufacturing PMI bulan Desember. Indeks ini diperkirakan sedikit membaik di level 53,6 dari 53,3 di November 2025,” ucap Tim Phintraco.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 diproyeksikan kembali mencatat surplus sebesar USD2,7 miliar.
Angka tersebut diperkirakan meningkat dibandingkan surplus Oktober 2025 yang berada di level USD2,4 miliar.
Sementara itu, laju inflasi Desember 2025 diprediksi berada di kisaran 2,5 persen secara tahunan.
Proyeksi tersebut menunjukkan perlambatan inflasi dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar 2,72 persen.
Menjelang penutuputan Jumat sore, IHSG berada di level 8.727, naik 80,20 poin atau 0,93 persen dari penutupan akhir 2025.
Kenaikan IHSG ini juga ditopang saham-saham kelompok LQ45 yang mencatat kenaikan 0,57 persen ke level 851,44.***
