ACEH TAMIANG – Aceh Tamiang kembali bernapas lega setelah pasokan air bersih perlahan normal menyusul aktifnya kembali Sistem Penyediaan Air Minum SPAM IKK Rantau pascabanjir bandang yang sempat melumpuhkan layanan dasar warga.
Beroperasinya SPAM Rantau menjadi titik penting pemulihan kondisi terkini Aceh Tamiang karena fasilitas ini berperan langsung dalam memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di wilayah terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo turun langsung meninjau Instalasi Pengolahan Air IPA Rantau pada Rabu 31 Desember untuk memastikan air yang disalurkan benar-benar layak konsumsi.
“Saat ini air sudah mengalir ke reservoir dan sedang diproses. Kualitasnya sudah sesuai standar, jadi secara umum sudah aman,” ujar Dody melalui keterangan resmi, Jumat (2/1/2025).
Hasil pengolahan menunjukkan air yang sebelumnya berwarna cokelat keruh akibat banjir berubah jernih setelah melewati tahapan filtrasi dan pemurnian.
Sebagai bukti kepercayaan terhadap kualitas air, Menteri PU bahkan langsung meminum air dari bak penampungan di lokasi instalasi.
SPAM IKK Rantau memiliki kapasitas produksi sekitar 40 liter per detik dan melayani kebutuhan air bersih warga Kecamatan Rantau serta kawasan sekitarnya.
Sebelum kembali beroperasi, fasilitas ini mengalami kerusakan serius akibat banjir yang merusak tanggul IPA, intake, reservoir, sistem pompa, hingga jaringan kelistrikan.
PT Hutama Karya Persero bergerak cepat melakukan rehabilitasi melalui perbaikan sistem mekanikal dan elektrikal, optimalisasi pompa, serta pembersihan lumpur sisa banjir.
Selama masa pemulihan, dukungan darurat berupa menara tangki air sementara dan penyediaan genset disiagakan agar suplai air ke warga tidak terhenti.
Di sela peninjauan, warga menyampaikan keluhan terkait harga air tangki swasta yang sempat melonjak hingga Rp2,7 juta akibat kelangkaan pasokan selama banjir.
Menanggapi keluhan tersebut, Menteri PU sempat berkelakar dengan warga mengenai tarif air dari pemerintah sambil menegaskan komitmen negara hadir dalam kondisi darurat.
Pemerintah memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pada infrastruktur intake dan jaringan distribusi akan terus dilanjutkan demi ketahanan air bersih jangka panjang di Aceh Tamiang.***
