ACEH – Jembatan darurat tipe Bailey di Panton Nisam, Kabupaten Aceh Utara, resmi rampung 100 persen pada Jumat (2/1/2026). Jembatan ini mengakhiri isolasi transportasi yang dialami ribuan warga akibat banjir bandang akhir tahun lalu.
Jembatan kokoh ini, berdiri megah di Jalan Cot Poto, Desa Panton, Kecamatan Nisam, lahir dari tangan dingin prajurit Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Zeni TNI Angkatan Darat yang bahu-membahu dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kolaborasi penuh dedikasi ini menjadi bukti nyata percepatan pemulihan infrastruktur vital, yang tak hanya sekadar jalan, tapi juga denyut nadi kehidupan masyarakat pasca-bencana.
Dengan spesifikasi tipe 1-1, panjang 39 meter setara 13 petak, dan material tangguh dari Yon Zikon 13 serta Yon Zikon 14, jembatan ini mampu menahan beban hingga 10 ton. Aman bagi kendaraan operasional maupun harian warga, selama batas muatan dijaga dengan disiplin untuk keselamatan bersama.
Di balik keberhasilan ini, ada 25 personel Yonzipur 4/YW dan 14 personel Denzipur 3 yang bekerja tanpa lelah, didampingi Koramil 23/Nisam. Para Babinsa pun tak kenal istiharat, mengawal keamanan, mengawasi setiap langkah, serta menjalin komunikasi hangat dengan warga untuk memastikan segala berjalan lancar.
Jembatan ini menjadi jembatan harapan yang menghubungkan Desa Paloh Mampre serta Desa Meunasah Alue dengan Desa Semirah. Lebih dari itu, ia mengalirkan kembali mobilitas harian, distribusi logistik esensial, akses pendidikan bagi anak-anak, dan hembusan baru bagi roda perekonomian yang sempat terhenti.
Yang membanggakan, pembangunan ini tuntas lebih cepat dari rencana, simbol efisiensi dan semangat gotong royong. Kini, struktur megah ini siap menyambut laju kendaraan roda dua dan empat, mengembalikan senyum di wajah warga yang sebelumnya harus berjuang melalui jalur alternatif panjang dan melelahkan.
Rasa syukur dan haru menyelimuti masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Panton menyampaikan apresiasi atas kerja prajurit TNI. “Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI. Jembatan ini sangat berarti bagi kami karena aktivitas masyarakat sempat sangat terganggu sebelumnya akibat bencana,” ujar salah satu warga.
Rampungnya Jembatan Bailey Panton Nisam bukan sekadar penyelesaian proyek, melainkan kisah inspiratif tentang komitmen TNI AD dan Kementerian PUPR yang selalu hadir di saat sulit. Di awal 2026 ini, akses normal kembali terbuka lebar, membawa harapan cerah bagi keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi warga Aceh Utara yang tangguh.