Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Hingga Sabtu (3/1/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.167 jiwa.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, terjadi penambahan 10 korban jiwa dari Kabupaten Aceh Utara, sehingga total korban meninggal terus bertambah.
“Hari ini ada penambahan dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa. Dengan demikian, per 3 Januari 2026, total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.167 orang,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur.
Dalam paparannya, Abdul Muhari menyebut Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak. Setelah pembaruan data hari ini, total korban jiwa di Aceh mencapai 540 orang.
Sementara itu, Sumatera Utara mencatat 365 korban meninggal dunia, disusul Sumatera Barat dengan 262 korban jiwa.
Ratusan Orang Masih Hilang
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat 165 orang masih dinyatakan hilang. Rinciannya, 31 orang di Aceh, 60 orang di Sumatera Utara, dan 74 orang di Sumatera Barat.
“Pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan masih terus dilakukan, terutama di provinsi yang masih menetapkan status tanggap darurat,” kata Abdul Muhari.
Ia menjelaskan, operasi pencarian menjadi fokus utama dalam fase tanggap darurat, khususnya di wilayah terdampak dengan akses yang masih terbatas akibat kerusakan infrastruktur.
Jumlah Pengungsi Mulai Menurun
Di sisi lain, jumlah pengungsi dilaporkan menurun signifikan dalam dua hari terakhir. BNPB mencatat 122.507 jiwa telah kembali ke tempat tinggal masing-masing, baik untuk membersihkan rumah maupun membangun hunian sementara.
“Total saat ini pengungsi yang masih tercatat berjumlah 257.780 jiwa,” ujar Abdul Muhari.
Menurutnya, perkembangan tersebut tidak lepas dari upaya pembersihan dan pemulihan kawasan terdampak yang dilakukan secara intensif oleh aparat gabungan, masyarakat, serta relawan.