Aksi nekat dilakukan Mila, istri seorang bandar narkoba, saat polisi melakukan penggerebekan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara. Ia menyembunyikan narkotika jenis sabu di dalam karung, lalu berpura-pura pingsan ketika hendak diamankan petugas. Dalam situasi tersebut, Mila justru berhasil meloloskan diri dari kejaran polisi.
Peristiwa ini diungkap Kapolres Madina AKBP Arie Sopandi Paloh pada Minggu (4/1/2026). Ia menjelaskan, penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi sweeping warga di Desa Batu Mundom beberapa waktu lalu.
Warga setempat resah dengan maraknya peredaran sabu dan ganja, sehingga polisi melakukan pengembangan kasus hingga mengarah ke sebuah rumah di Desa Sikapas yang diduga milik bandar narkoba.
Saat penggeledahan dilakukan, polisi tidak menemukan bandar narkoba yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Namun, petugas mencurigai gelagat Mila yang terlihat panik dan tidak tenang.
Kecurigaan tersebut terbukti. Polisi menemukan sebuah karung berisi sabu seberat 97,33 gram. Barang haram itu diduga hendak dibuang ke tempat pembuangan sampah di belakang rumah guna mengelabui petugas.
Saat ketahuan, Mila tiba-tiba terjatuh dan berpura-pura pingsan di hadapan polisi. Warga sekitar kemudian membantu membawanya masuk ke dalam rumah untuk pemulihan. Namun, dua jam berselang, ketika petugas hendak membawa Mila ke kantor polisi, situasi berubah tidak kondusif.
Diduga hanya berpura-pura pingsan, Mila memanfaatkan kelengahan petugas untuk melarikan diri. Upaya pengejaran pun terhambat lantaran sejumlah warga Desa Sikapas diduga menghalang-halangi polisi saat hendak mengamankan pelaku.
Kapolres Madina menegaskan pihaknya tidak akan berhenti melakukan pengejaran terhadap Mila dan suaminya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghambat tugas aparat penegak hukum.
“Kami mengimbau kepada pasangan suami istri yang sudah masuk DPO ini agar segera menyerahkan diri ke kantor polisi. Bagi masyarakat yang ikut menghalang-halangi tugas polisi dalam pemberantasan narkoba, akan kami lakukan pemeriksaan sebagai saksi,” tegas AKBP Arie Sopandi Paloh.
Saat ini, kepolisian masih memburu kedua pelaku serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga membantu pelarian mereka.