Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, mengungkapkan bahwa HA (31) nekat melakukan pencurian disertai pembunuhan karena terjerat utang hingga Rp820 juta. Dilansir dari Kompas.com, utang tersebut bermula dari kegagalannya dalam investasi saham kripto.
Menurut Dian, HA sempat bermain kripto melalui aplikasi pintu.id dengan modal awal Rp400 juta yang berasal dari tabungan bersama sang istri. Investasi itu sempat membuahkan hasil fantastis, bahkan berkembang hingga Rp4 miliar.
Namun, keberhasilan tersebut justru membuat HA tergiur untuk terus berspekulasi. “Dari Rp4 miliar itu, yang bersangkutan tidak puas, kemudian dimainkan lagi hingga akhirnya mengalami kekalahan besar,” ujar Dian kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Senin (5/1/2026).
Setelah mengalami kerugian, HA berupaya menutupinya dengan meminjam uang dari berbagai sumber. Ia mengajukan pinjaman Rp700 juta ke Bank Mandiri, Rp70 juta ke koperasi, serta Rp50 juta melalui pinjaman online. Seluruh dana tersebut kembali digunakan untuk bermain kripto, namun hasilnya tetap nihil.
“Kondisi ekonomi keluarganya semakin terpuruk karena yang bersangkutan kembali kalah,” kata Dian.
Terdesak kebutuhan dan lilitan utang, HA kemudian mengambil jalan pintas dengan melakukan pencurian di sejumlah rumah mewah di Kota Cilegon secara acak.
Aksi pertamanya terjadi di rumah seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera di Perumahan BBS III, Ciwaduk, pada 16 Desember 2025. Saat aksinya diketahui anak pemilik rumah, HA panik dan menikam korban berinisial MAHM (9) hingga tewas di dalam kamar.
Tak berhenti di situ, warga Palembang, Sumatra Selatan tersebut kembali beraksi di rumah mantan anggota DPRD Cilegon bernama Rois di Lingkungan Pabuaran, Ciwedus, pada 28 Desember 2025. Dalam aksi itu, HA berhasil membawa kabur perhiasan, namun gagal mengambil brankas.
Merasa penasaran, HA kembali mendatangi rumah yang sama pada Jumat (2/1/2026) untuk mencoba mencuri isi brankas. Aksinya kembali gagal setelah diketahui oleh asisten rumah tangga yang berada di dalam rumah, hingga akhirnya HA berhasil ditangkap aparat kepolisian.
Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan pisau yang digunakan pelaku mengandung bercak darah korban. Dalam pemeriksaan, terungkap pula bahwa HA sempat mengirim pesan WhatsApp kepada istrinya, mengaku sudah putus asa dengan kondisi ekonomi dan berniat melakukan pencurian.
“Tekanan ekonomi dan lilitan utang inilah yang mendorong pelaku melakukan tindak pidana pencurian hingga pembunuhan,” tegas Dian.