JAKARTA – Polisi terus mengintensifkan penyelidikan kasus kematian tiga orang dalam satu rumah kontrakan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan memeriksa sedikitnya 10 saksi guna mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menjelaskan bahwa para saksi yang dimintai keterangan merupakan warga di sekitar lokasi kejadian perkara atau TKP.
“Pemeriksaan masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan bertambah,” kata Onkoseno dalam keterangan persnya, di Jakut, Senin (5/1/2026).
Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga menunggu hasil analisis laboratorium forensik sebagai bagian penting untuk menemukan bukti pendukung yang mengarah pada penyebab kematian korban.
Proses pemeriksaan di laboratorium forensik dilakukan secara menyeluruh terhadap sejumlah barang bukti yang telah diamankan dari lokasi kejadian.
Terkait dugaan adanya unsur racun, polisi menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih dalam tahap penelitian dan belum dapat dipastikan.
“Untuk sementara ini, kami fokus pada makanan dan minuman yang ada di lokasi. Minuman yang dimaksud adalah zat cair yang nantinya akan kami bandingkan dengan hasil pemeriksaan dari dalam tubuh korban,” ujarnya.
Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana, termasuk dugaan keberadaan zat berbahaya seperti sianida yang hingga kini belum terkonfirmasi.
Satu orang korban yang selamat dilaporkan dalam kondisi berangsur pulih dan telah dimintai keterangan secara terbatas oleh penyidik.
Pendalaman lanjutan terhadap korban selamat akan dilakukan setelah kondisi kesehatannya dinilai benar-benar stabil.
Polisi mencatat bahwa keluarga korban tergolong warga baru karena baru menempati rumah kontrakan tersebut dalam kurun waktu satu hingga beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya, Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah menyelesaikan proses autopsi terhadap tiga jenazah yang ditemukan meninggal di dalam rumah kontrakan tersebut.
Ketiga korban diketahui bernama Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah (27), dan Adnan Al Abrar (13) yang seluruh jenazahnya telah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan keluarganya. Hasil tes toksikologi untuk menentukan indikasi racun yang menyebabkan meninggal dunia,” kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Brigjen Pol, Prima Heru.
Pihak rumah sakit menyatakan hingga kini masih menunggu hasil uji toksikologi untuk memastikan apakah kematian ketiga korban disebabkan oleh racun atau faktor lain.***