Forbes merilis daftar Real-Time Billionaires untuk awal tahun 2026, yang menempatkan Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan fantastis mencapai US$726,3 miliar atau sekitar Rp12.124 triliun.
Sementara itu, di Indonesia, Prajogo Pangestu kembali mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya nasional dengan total kekayaan US$38,9 miliar atau sekitar Rp649 triliun per 1 Januari 2026.
Daftar Real-Time Billionaires ini mencerminkan perubahan kekayaan harian para miliarder dunia, mengikuti fluktuasi harga saham, nilai tukar, serta pembaruan informasi kepemilikan aset. Forbes memperbarui nilai kepemilikan publik setiap lima menit selama pasar saham terkait beroperasi, dengan jeda waktu sekitar 15 menit untuk data harga saham.
Elon Musk Melaju Jauh di Puncak Global
Elon Musk membuka tahun 2026 dengan jarak kekayaan yang sangat lebar dibandingkan pesaing terdekatnya. Lonjakan nilai aset sepanjang 2025 membuat total kekayaannya bahkan melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) Belgia, menjadikannya salah satu individu dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
Sebagian besar kekayaan Musk sangat bergantung pada valuasi Tesla dan SpaceX, serta ekspektasi investor terhadap ekspansi bisnis di sektor kendaraan listrik, antariksa, dan kecerdasan buatan.
Di posisi kedua, Larry Page, salah satu pendiri Google, mencatat kekayaan US$257 miliar, turun sekitar US$5 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Kekayaannya ditopang oleh kepemilikan saham di Alphabet, yang sangat dipengaruhi kinerja iklan digital, komputasi awan, dan persaingan teknologi AI.
Peringkat ketiga ditempati Larry Ellison dengan kekayaan US$245 miliar, disusul Jeff Bezos di posisi keempat dengan US$242 miliar. Rekan Larry Page, Sergey Brin, melengkapi lima besar dengan total kekayaan US$237 miliar.
Prajogo Pangestu Masih Teratas di Indonesia
Di dalam negeri, Prajogo Pangestu—pendiri Barito Pacific yang bergerak di sektor petrokimia dan energi—tetap menjadi orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$38,9 miliar, sedikit turun dari US$39 miliar pada akhir Desember 2025.
Posisi kedua ditempati Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources, dengan kekayaan US$22,2 miliar.
Sementara itu, duo bersaudara Robert Budi Hartono dan Michael Hartono berada di posisi ketiga dan keempat dengan kekayaan masing-masing US$21,5 miliar dan US$20,7 miliar. Kekayaan keduanya berasal dari kepemilikan saham di Bank Central Asia serta bisnis Grup Djarum.
Di peringkat kelima, Sri Dato Tahir, pendiri Grup Mayapada, mencatat kekayaan US$10,8 miliar. Posisi keenam diisi Haryanto Tjiptodiharjo, Direktur Utama Impack Pratama Industri, dengan kekayaan melonjak menjadi US$8,9 miliar.
Forbes sendiri telah melacak kekayaan para miliarder dunia sejak 1987, dengan metodologi berbasis kepemilikan saham, laporan keuangan, data bursa, serta konfirmasi dari keluarga dan analis independen.
