JAKARTA – Ketegangan di Yaman kembali meningkat setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan terbatas di Provinsi Al-Dhale, Selatan Yaman. Serangan ini ditujukan kepada kekuatan Dewan Transisi Selatan (STC) yang dipimpin Aidarous al-Zubaidi.
Koalisi, yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, mengonfirmasi pada Rabu (7/1/2026) yang dilansir dari Sputnik, bahwa operasi dilakukan setelah al-Zubaidi gagal memenuhi panggilan untuk terbang ke Riyadh. Ia justru disebut mengerahkan pasukan menuju Al-Dhale.
Dalam pernyataan resmi, juru bicara koalisi Mayjen Turki Al-Malki menyebut serangan terbatas itu dilakukan pada pukul 04.00 pagi dengan tujuan “menetralisir kekuatan” yang digerakkan al-Zubaidi dan mencegah eskalasi konflik yang dikhawatirkan akan meluas ke Al-Dhale.
Koalisi Bahas Serangan Pasukan STC
Menurut koalisi, al-Zubaidi sebelumnya diperintahkan untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi dalam 48 jam guna bertemu Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC) Rashad al-Alimi serta pejabat koalisi. Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas serangan pasukan STC di Hadhramaut dan Al-Mahrah.
Al-Zubaidi dikabarkan sempat menyatakan kesediaan hadir pada Selasa, namun tidak menaiki penerbangan Yemenia Airways dari Aden setelah pesawat mengalami keterlambatan beberapa jam.
Al-Malki menambahkan, selama penundaan itu pemerintah Yaman dan koalisi menerima laporan bahwa al-Zubaidi memobilisasi pasukan besar, termasuk kendaraan lapis baja, kendaraan tempur, serta persenjataan berat dan ringan menuju Al-Dhale.