JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) TNI, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menggelar audiensi dengan Managing Director PT Airbus Indonesia Nusantara, Regis Antomarchi, di Markas Besar Angkatan Udara (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara TNI Angkatan Udara (AU) dan perusahaan penerbangan asal Eropa tersebut, khususnya dalam meningkatkan kesiapan operasional armada pesawat militer Indonesia.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Command Center KSAU membahas secara mendalam berbagai aspek kerja sama yang telah terjalin. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi dukungan teknis pemeliharaan pesawat produksi Airbus yang saat ini menjadi bagian dari inventaris TNI AU. Upaya ini diharapkan mampu menjamin keandalan serta kelaikan udara pesawat guna mendukung tugas pokok TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda rutin diplomatik.
“Audiensi membahas kerja sama yang telah terjalin antara TNI Angkatan Udara dan Airbus, termasuk berbagai isu terkait penggunaan serta pengoperasian pesawat produksi Airbus yang saat ini dioperasikan oleh TNI AU,” ujar Suadnyana dalam keterangan resminya.
Fokus pada Pemeliharaan dan Kesiapan Operasional
Pembahasan audiensi difokuskan pada strategi penguatan dukungan pemeliharaan, meliputi peningkatan akses suku cadang, pelatihan teknisi, serta pemanfaatan teknologi terbaru dari Airbus. Hal ini dinilai krusial mengingat TNI AU mengoperasikan sejumlah pesawat Airbus, baik untuk transportasi maupun pengawasan, yang berperan penting dalam misi pertahanan nasional, termasuk operasi bantuan kemanusiaan dan pengawasan maritim.
Suadnyana menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan menjaga kesiapan operasional secara berkelanjutan.
“Pembahasan difokuskan pada optimalisasi dukungan pemeliharaan untuk menjaga keandalan dan kelaikan pesawat. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasional TNI AU secara berkelanjutan, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara secara optimal,” tambahnya.
Kerja sama antara TNI AU dan Airbus telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir, mencakup pengadaan dan modernisasi armada. Pertemuan ini menjadi langkah lanjutan untuk memastikan teknologi tersebut dapat diintegrasikan secara maksimal dengan kebutuhan strategis Indonesia di tengah dinamika ancaman keamanan regional yang semakin kompleks.
Pendampingan dan Implikasi Strategis
Audiensi turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi TNI AU, antara lain Asisten Logistik KSAU, Kepala Pusat Latihan Kelaikan Udara dan Keselamatan Penerbangan, Wakil Asisten Perencanaan KSAU, serta Kepala Dinas Aeronautika TNI AU. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan keseriusan TNI AU dalam menindaklanjuti hasil pertemuan ke arah langkah konkret.
Dari perspektif strategis, penguatan kerja sama ini dinilai tepat waktu seiring upaya Indonesia memperkuat postur pertahanan udara. Dengan dukungan Airbus, TNI AU diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, menekan waktu henti pesawat, serta berkontribusi pada stabilitas keamanan nasional. Kolaborasi ini juga membuka peluang transfer teknologi yang dapat mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Audiensi tersebut mencerminkan komitmen TNI AU dalam membangun kemitraan internasional yang saling menguntungkan, sekaligus memastikan kesiapan armada udara nasional dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.