Pencarian pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan (18 tahun) asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Setelah 11 hari operasi intensif, tim relawan gabungan memutuskan untuk undur diri dan pulang ke kota masing-masing, karena belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kabar ini disampaikan melalui akun X @Jateng_Twit pada 8 Januari 2026, yang membagikan video emosional dari lokasi pencarian, menunjukkan relawan dengan seragam oranye sedang berdiskusi di lereng gunung yang berasap.
Kronologi Kejadian
Syafiq Ridhan Ali Razan dilaporkan hilang sejak 27 Desember 2025, saat melakukan pendakian tektok (pendakian cepat tanpa menginap) di Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Pemalang. Menurut laporan awal, Syafiq turun sendirian untuk mencari bantuan bagi rekannya yang mengalami masalah kesehatan di pos 5 Samyang Rangkah.
Namun, komunikasi terputus setelah itu, dan jejaknya menghilang di tengah medan hutan lebat. Keluarga segera melaporkan ke Basarnas Semarang, yang memulai operasi SAR gabungan pada 28 Desember 2025.
Pencarian melibatkan sekitar 70 personel dari Basarnas, BPBD Pemalang dan Magelang, TNI/Polri, PMI, serta ratusan relawan dari komunitas pendaki dan warga lokal. Tim menyisir area hutan dengan drone, anjing pelacak, dan patroli darat, tapi medan Gunung Slamet yang ekstrem—hutan lebat, kabut tebal, dan sinyal GPS sulit—menghambat upaya.
Pada 4 Januari 2026, Basarnas memperpanjang pencarian dua hari atas permintaan keluarga, tapi pada 7 Januari, operasi resmi dihentikan dan dialihkan ke tahap pemantauan.
Pernyataan Relawan dan Permohonan Maaf
Dalam tweet viral tersebut, relawan gabungan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga:
“Kami dari segenap relawan gabungan memohon maaf yang sebesar besarnya kepada pihak keluarga korban bahwa sampai dihari ini tepatnya 11 hari (8/1) atas hilangnya pendaki yang bernama Syafiq Ridhan Ali Razan asal magelang, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun hingga hari ini belum diberikan tanda tanda keberadaan survivor. maka dari kami memohon maaf undur diri pulang ke kota masing masing.”
Video berdurasi sekitar 37 detik menunjukkan relawan di lereng gunung, dengan asap tipis di latar belakang, sambil berdiskusi dan tampak lelah.
Update dari akun yang sama menjelaskan tantangan medan: hutan lebat membuat drone sulit beroperasi, sinyal GPS lemah, dan helikopter tidak memungkinkan karena topografi curam. Meski operasi resmi berhenti, relawan mandiri masih melanjutkan pencarian, termasuk patroli rutin di jalur pendakian.
Latar Belakang Gunung Slamet
Gunung Slamet (3.428 mdpl) adalah gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Tengah, dikenal dengan jalur pendakian menantang seperti Dipajaya. Cuaca ekstrem, kabut, dan hutan lebat sering menyebabkan pendaki tersesat.
Kasus hilang seperti ini bukan yang pertama; tahun lalu ada insiden serupa di jalur yang sama. BPBD Pemalang menghimbau pendaki untuk selalu melapor ke pos pendakian, bawa peralatan lengkap, dan ikuti protokol keselamatan.
Hingga 9 Januari 2026, Syafiq belum ditemukan. Keluarga dan masyarakat terus berdoa agar ada keajaiban.