Pemilik bar asal Prancis, Jacques Moretti dan Jessica Moretti, tiba di kantor kejaksaan di Sion pada Jumat pagi untuk menjalani interogasi terkait kebakaran malam Tahun Baru yang menewaskan 40 orang dan melukai 116 orang lainnya. Kebakaran tersebut terjadi di bar resor ski milik mereka di Crans-Montana.
Pemeriksaan itu berlangsung bertepatan dengan hari berkabung nasional Swiss, ketika aktivitas di berbagai wilayah dihentikan sejenak untuk mengenang para korban salah satu bencana paling mematikan di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Hadapi Tuduhan Kelalaian, Tak Ditahan Jaksa
Pasangan Moretti menghadapi tuduhan pembunuhan karena kelalaian, penganiayaan atau luka berat karena kelalaian, serta pembakaran karena kelalaian terkait insiden di bar Le Constellation. Keduanya memilih bungkam saat memasuki gedung kejaksaan dan menolak menjawab pertanyaan wartawan.
Dalam pernyataan tertulis pada 6 Januari, keluarga Moretti menyampaikan rasa duka dan kehancuran mendalam atas tragedi tersebut, seraya menyatakan komitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dengan penyidik. Jaksa memutuskan tidak menahan keduanya dengan alasan syarat hukum untuk penahanan belum terpenuhi.
Inspeksi Keselamatan Api Tak Dilakukan Sejak 2019
Interogasi ini berlangsung di tengah sorotan tajam terhadap kelalaian pengawasan keselamatan. Wali Kota Crans-Montana, Nicolas Féraud, mengungkapkan bahwa bar tersebut tidak menjalani inspeksi keselamatan kebakaran wajib sejak 2019.
“Inspeksi berkala tidak dilakukan antara 2020 hingga 2025. Kami sangat menyesali hal ini,” ujar Féraud dalam konferensi pers, 7 Januari.
Ia mengakui belum dapat menjelaskan alasan terhentinya inspeksi selama enam tahun, padahal sebelumnya tempat tersebut sempat diperiksa pada 2016, 2018, dan 2019.
Petasan Picu Api, Plafon Mudah Terbakar
Penyidik menduga kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari, 1 Januari, ketika lilin petasan di atas botol sampanye diangkat terlalu dekat dengan plafon ruang bawah tanah. Foto-foto yang beredar di media Prancis menunjukkan seorang pelayan wanita yang digendong bartender sambil membawa botol berhias petasan menyala, dengan percikan api hanya berjarak beberapa sentimeter dari plafon.
Material peredam suara berbahan busa yang melapisi langit-langit diduga langsung tersulut api, memicu semburan api cepat yang melahap bar dalam kondisi penuh sesak pengunjung.
Korban Mayoritas Remaja, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Seluruh korban tewas berusia antara 14 hingga 39 tahun, dengan sekitar separuh berusia di bawah 18 tahun. Dari total korban, tercatat 21 warga Swiss, 7 warga Prancis, 6 warga Italia, 1 warga negara ganda Swiss–Prancis, serta 1 warga negara ganda Prancis–Inggris–Israel.
Keluarga para korban telah mengajukan pengaduan hukum resmi kepada jaksa Swiss terhadap semua pihak yang dianggap bertanggung jawab. Pengacara keluarga korban, Romain Jordan, menegaskan gugatan tersebut diajukan “tanpa pengecualian terhadap siapa pun” yang terlibat.