JAKARTA – Max Verstappen memberikan jawaban tak terduga ketika ditanya mengenai tim impian Formula 1 versinya. Dalam wawancara bersama podcast Pelas Pistas tahun lalu, pembalap Red Bull Racing itu menolak menyebutkan nama tertentu, melainkan menekankan perbedaan generasi dalam dunia balap.
“Ini mungkin terdengar agak kontroversial, tetapi saya akan mengatakan bahwa jika para pembalap di masa lalu harus menginjak pedal gas sepenuhnya di mobil saat ini, mereka akan kesulitan,” ujar Verstappen, juara dunia empat kali dengan 71 kemenangan GP, dilansir dari Speedweek, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, olahraga balap berevolusi seiring waktu, menjadi lebih profesional, sehingga para legenda sebaiknya dihargai dalam konteks era mereka masing-masing. “Karena mereka adalah yang terbaik di masanya dengan apa yang mereka ketahui saat itu, apa yang diketahui dunia, dan itulah mengapa saya merasa sangat tidak adil ketika orang-orang menanyakan hal itu kepada saya,” lanjutnya.
Max Verstappen dan Michael Schumacher
Verstappen menilai mustahil menentukan siapa pembalap terhebat sepanjang masa, sebab setiap era memiliki bintang tersendiri. Namun, ia mengaku tertarik menyaksikan Michael Schumacher pada masa kejayaannya di Ferrari, untuk melihat interaksi dan dedikasinya. Ia juga menyebut rivalitas Ayrton Senna dan Alain Prost di McLaren sebagai momen bersejarah yang menarik untuk dipelajari.
Dengan pandangan tersebut, Verstappen menegaskan bahwa tim impian baginya bukan soal menyatukan nama-nama besar lintas generasi, melainkan memahami bagaimana setiap legenda berkontribusi pada masanya.