JAKARTA – Umat Islam di seluruh dunia mulai menghitung hari menuju bulan suci Ramadan 2026. Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Artinya, sejak 9 Januari, masih ada sekitar 41 hari menuju bulan penuh ampunan dan rahmat Allah SWT.
Namun, kepastian awal puasa 1447 Hijriah tetap menunggu hasil Sidang Isbat. Pemerintah Indonesia menggunakan metode rukyatul hilal dengan kriteria MABIMS, yakni hilal dianggap sah jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan lebih cepat sehari, yakni Rabu Legi, 18 Februari 2026, melalui metode hisab hakiki wujudul hilal. Perbedaan ini berpotensi membuat umat Islam di Indonesia memulai puasa pada hari yang berbeda.
Meski begitu, masyarakat sudah terbiasa dengan perbedaan tersebut. Esensi Ramadan tetap sama: bulan penuh berkah, ampunan, dan kemuliaan.
Empat Modal Utama Menyambut Ramahan
Merujuk pada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung, ada empat hal yang perlu disiapkan menjelang Ramadan:
- Kesiapan spiritual – memperbanyak doa, dzikir, dan memperkuat iman.
- Kesiapan fisik – menjaga kesehatan agar mampu menjalani ibadah puasa dengan optimal.
- Kesiapan mental – menata niat dan kesabaran menghadapi ujian selama Ramadhan.
- Kesiapan sosial – mempererat silaturahmi, berbagi dengan sesama, dan meningkatkan kepedulian sosial.
