JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Selasa (13 Januari 2026) dengan penguatan 0,72 persen ke level 8.948,30.
Hal ini tentu saja menandai kepercayaan investor meski pasar bergerak fluktuatif sepanjang hari.
Pergerakan pasar tercatat sangat variatif sejak sesi pembukaan pagi, dengan IHSG sempat bergerak di kisaran 8.900-an dan dipengaruhi sentimen nilai tukar Rupiah serta prospek ekonomi global.
Volume perdagangan harian mencapai puluhan miliar lembar saham dengan total nilai transaksi lebih dari Rp33 triliun, mencerminkan aktivitas kuat investor di tengah ketidakpastian pasar.
Mayoritas saham yang diperdagangkan menunjukkan penguatan, dengan lebih banyak saham menguat dibandingkan yang melemah atau stagnan di akhir sesi perdagangan.
Penguatan IHSG hari ini juga sejalan dengan penguatan bursa saham utama di kawasan Asia, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi regional.
Para analis menilai bahwa hingga IHSG belum mampu menembus level psikologis 9.000 pada penutupan, indeks masih berpeluang berkonsolidasi dalam rentang tertentu sambil menunggu data dan kebijakan ekonomi terbaru.
Sektor-sektor unggulan seperti bahan baku, industri, dan properti menjadi pendorong utama kenaikan IHSG, sedangkan beberapa sektoral lain masih menunjukkan tekanan di tengah dinamika pasar.***