JATENG – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sejak Senin (12/1/2026) terus memicu banjir yang semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, hingga Rabu (14/1/2026), sebanyak 25 desa di enam kecamatan terendam air dengan ketinggian bervariasi. Banjir merendam rumah warga serta menutup sejumlah akses jalan utama.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan debit air sungai meluap dan menggenangi permukiman.
“Puluhan desa terdampak banjir akibat curah hujan tinggi sejak Senin (12/1) tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati,” kata Eko di Kudus, Rabu.
Rincian wilayah terdampak meliputi Kecamatan Mejobo dengan 10 desa, Jekulo lima desa, Bae satu desa, Kaliwungu tiga desa, Undaan dua desa, serta Jati empat desa. Total warga terdampak mencapai 15.237 kepala keluarga atau sekitar 48.193 jiwa.
Situasi kian kritis karena genangan banjir juga menutup akses jalan strategis, termasuk Jalan Lingkar Kudus–Pati di tiga titik utama, yakni Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles, dan Jembatan Hadipolo. Genangan yang mulai terjadi sejak Minggu (11/1) menyebabkan arus lalu lintas tersendat parah dengan antrean kendaraan mengular.
Pada Rabu (14/1/2026), jumlah desa terdampak bertambah signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Sejumlah rumah yang sebelumnya aman kini mulai tergenang, sehingga menambah jumlah pengungsi. Hingga Rabu sore, BPBD mencatat 164 jiwa mengungsi, terdiri dari 46 laki-laki dan 118 perempuan. Lokasi pengungsian utama berada di TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, pemerintah daerah mendirikan dapur umum di tujuh titik, yakni MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, Balai Desa Kesambi, Balai Desa Jojo, Balai Desa Kirig, TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor, Kantor PMI Kudus, serta Balai Desa Karangrowo.
Selain banjir, Kabupaten Kudus juga dilanda tanah longsor di sejumlah titik. Di Kecamatan Bae terjadi longsor di dua lokasi, Kecamatan Gebog di 38 lokasi, dan Kecamatan Dawe di 92 lokasi dengan skala kecil hingga besar. Pohon tumbang di beberapa wilayah turut menghambat akses dan mobilitas warga.
BPBD Kudus terus melakukan evakuasi pohon tumbang serta penanganan darurat di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor, terutama di wilayah rawan. Koordinasi lintas instansi terus ditingkatkan untuk mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.