Pengumuman tur dunia BTS pada 2026 yang sebelumnya disambut antusias ternyata dibayangi gelombang kritik dari penggemar. Sorotan utama tertuju pada harga tiket yang dinilai terlalu mahal dan dianggap melanggar “etika bisnis dasar”.
Detail tur diumumkan oleh HYBE pada 12 Januari bersama promotor Live Nation, yang menyebutnya sebagai “tur K-pop global terbesar sepanjang masa”.
Tur ini mencakup 79 pertunjukan di 34 wilayah dan menjadi tur penuh pertama BTS sejak “Permission to Dance on Stage” pada 2021–2022, sekaligus menandai kembalinya grup tersebut setelah seluruh anggota menyelesaikan wajib militer Korea Selatan.
Namun, euforia comeback tersebut cepat meredup seiring diumumkannya harga tiket.
Untuk konser pembuka di Goyang, Korea Selatan, yang dimulai pada 9 April 2026, harga tiket dibanderol mulai 198.000 won (sekitar Rp2,2 juta) untuk kursi General S hingga 264.000 won (sekitar Rp3 juta) untuk tiket soundcheck.
Di Jepang, harga melonjak lebih tinggi lagi, dengan paket VIP mencapai 45.000 yen (sekitar Rp4,8 juta) dan kursi SS seharga 35.000 yen (sekitar Rp3,7 juta).
Penetapan harga ini memicu kemarahan di komunitas daring Korea, terutama di forum theqoo. Ratusan komentar bermunculan, menuding HYBE tidak memiliki etika bisnis.
“Ini benar-benar tidak punya etika bisnis dasar—apa-apaan ini?” tulis seorang netizen, sementara komentar lain menilai perusahaan tersebut “sudah kehilangan hati nurani”.
Sebagian penggemar mengakui harga tiket terasa memberatkan, namun tetap berada dalam posisi dilematis. “Mahal banget, tapi pasti tetap sold out, kan?” tulis salah satu komentar.
Ada pula yang mempertanyakan pembelaan terhadap harga tersebut, dengan menilai penurunan harga seharusnya menjadi opsi yang lebih adil bagi penggemar.
Meski demikian, sebagian kecil penggemar mencoba memberi pembelaan dengan menyoroti skala produksi tur yang diklaim sangat ambisius. Konser BTS akan menggunakan desain panggung arena 360 derajat, yang menurut penyelenggara menempatkan penonton di pusat pertunjukan sekaligus memungkinkan peningkatan kapasitas di setiap venue.
“Memang mahal, tapi panggung 360 derajat ini bikin saya penasaran—produksinya pasti besar,” tulis seorang penggemar.
Kontroversi harga tiket ini juga mengingatkan pada pola keluhan sebelumnya terhadap strategi penetapan harga HYBE. Pada Januari 2025, tur solo J-Hope menuai kritik ketika harga tiket di Amerika Serikat melonjak hingga hampir US$1.000 akibat penerapan dynamic pricing—sekitar lima kali lipat dibanding harga di Seoul. Saat itu, penggemar bahkan meluncurkan kampanye penolakan dengan tagar #SayNoToDynamicPricing.
Penjualan tiket tur dunia BTS 2026 untuk pemegang keanggotaan ARMY dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Januari, disusul penjualan umum pada 24 Januari.
