JAKARTA – Raksasa La Liga, Real Madrid, membuat kejutan tak mengungtungkan dalam lanjutan Copa del Rey 2025/2026 setelah tersingkir dari kompetisi oleh klub divisi dua Albacete Balompié, Rabu (14/1/2026) malam wakut setempat. Kemenangan dramatis 3-2 dari tim kasta kedua ini sekaligus menjadi salah satu momen paling memalukan bagi Los Blancos dalam beberapa musim terakhir, seperti dikutip dari Reuters.
Pertandingan dramatis di Carlos Belmonte Stadium memperlihatkan pemandangan penuh emosi. Albacete yang berstatus tim divisi dua membuka keunggulan melalui gol Javi Villar pada menit ke-42. Real Madrid sempat menyamakan skor lewat Franco Mastantuono, namun Albacete kembali unggul lewat Jefte Betancor menit ke-82 sebelum Gonzalo García menyamakan skor di injury time. Betancor yang menjadi pahlawan tuan rumah mencetak gol kemenangan empat menit ke dalam tambahan waktu, memastikan eliminasi mengejutkan Madrid dari Copa del Rey.
Debut Pahit Pelatih Baru
Momen pahit ini terjadi dalam debut Álvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Real Madrid setelah ditunjuk menggantikan Xabi Alonso hanya beberapa hari sebelumnya. Arbeloa, yang sebelumnya melatih tim cadangan, gagal membawa skuatnya melangkah ke perempat final setelah kebijakan rotasi besar-besaran—menyimpan banyak pemain bintang seperti Kylian Mbappé, Jude Bellingham, dan Thibaut Courtois—berujung bumerang.
Arbeloa pun mengakui tanggung jawab penuh atas hasil ini. “Di klub ini, imbang saja buruk — sebuah tragedi. Apalagi kekalahan seperti ini, terutama melawan tim dari divisi yang lebih rendah,” ujar Arbeloa usai laga. Ia menyatakan tetap percaya pada keputusan susunan pemainnya meski berakhir pahit.
Kekecewaan Klub dan Suporter
Kapten tim, Dani Carvajal, menyatakan permintaan maaf kepada suporter dan menilai performa tim jauh di bawah standar Real Madrid. “Kami bukan berada di momen terbaik. Semua harus bekerja lebih keras,” katanya.
Kekalahan ini bukan hanya sekadar angka di papan skor, tetapi mencerminkan tantangan nyata dalam periode ketidakstabilan klub. Real Madrid sebelumnya juga kalah di Final Supercopa Spanyol dari Barcelona dan kini menghadapi tekanan baru di La Liga serta Liga Champions.
Euforia Sejarah bagi Albacete
Bagi Albacete, kemenangan ini menjadi salah satu prestasi terbesar dalam sejarah klub. Sebagai tim yang kini berada di posisi 17 klasemen Segunda División, mereka menunjukkan semangat juang dan ketangguhan tak kenal lelah—hasil yang dirayakan dengan euforia di stadion Carlos Belmonte.
Susunan Pemain
ALBACETE (4-4-2): Raul Lizoain; Lorenzo Aguado, Carlos Neva, Javi Moreno, Daniel Bernabeu; Ale Melendez, Javi Villar, Antonio Pacheco, Capi; Jose Carlos Lazo, Dani Escriche.
REAL MADRID (4-3-3): Andrii Lunin; David Jimenez, Dean Huijsen, Raul Asencio, Fran Garcia; Federico Valverde, Jorge Cestero, Arda Guler; Franco Mastantuono, Gonzalo Garcia, Vinicius Junior.